Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Headline, Manado

120 Ekor Ayam Mati Mendadak di Taas

Redaksi Manado Today   |   13 April 2011 – 20:44 WITA

Hasil Penelitian Awal Bukan Disebabkan Virus H5N1

Manado Today – Sebanyak 120 ayam peliharaan warga Taas, Kecamatan Tikala, Kota Manado, Sulawesi Utara, ditemukan mati mendadak dan langsung dimusnahkan oleh petugas Dinas Pertanian Manado.
“Sebanyak 120 ayam dimusnahkan dengan cara dibakar tetapi berdasarkan hasil laboratorium lapangan, penyebabnya adalah penyakit tetelo,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota Manado Ricky Poli di Manado, Rabu.
Ricky mengatakan, temuan ayam mati tersebut dilaporkan masyarakat di daerah tersebut dan langsung dilakukan pemeriksaan laboratorium lapangan. Hasil sementara semua unggas tersebut bukan mati karena virus H5N1 tetapi karena penyakit tetelo.
Kendati demikian, kata Ricky, pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan lanjutan karena apa yang didapat ini baru hasil pemeriksaan sementara.
“Sampel ayam mati tersebut sudah dikirim ke Balai Besar Veteriner Maros Sulsel, dan hasilnya baru akan diketahui beberapa hari kemudian, nanti akan diketahui penyebab ayam mati yang sebenarnya,” katanya.
Mengingat kejadian ini, Dinas Pertanian mengingatkan masyarakat Manado untuk tidak panik karena hasil sementara menunjukkan penyebab kematian ayam itu adalah tetelo.
Dinas Pertanian, kata Ricky, akan melakukan langkah-langkah pengamanan dengan melakukan penyemprotan di seluruh pasar di Manado, rumah potong ayam, serta lokasi-lokasi pemelirahaan ayam, untuk mencegah masuknya virus avian influenza di Manado.
“Semua lokasi di Manado rentan terkena karena Manado adalah daerah terbuka baik dari laut ataupun darat karena itu kami akan memperketat pengawasan semua jalan masuk ke kota ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Sekretaris Daerah Kota Manado Harold Monareh mengajak seluruh warga Manado tidak khawatir berlebihan, tetapi harus tetap waspada.
“Saya tetap mengingatkan seluruh warga Manado untuk waspada dan memeriksa dengan benar ayam yang akan dikonsumsi dan sebaiknya dimasak lebih lama dengan panas 100 derajat supaya semua virusnya mati,” kata Harold.
Pemerintah akan melakukan pengawasan secara ketat terhadap ayam di Kota Manado.

Sebanyak 120 ayam peliharaan warga Taas, Kecamatan Tikala, Kota Manado, Sulawesi Utara, ditemukan mati mendadak dan langsung dimusnahkan oleh petugas Dinas Pertanian Manado.
“Sebanyak 120 ayam dimusnahkan dengan cara dibakar tetapi berdasarkan hasil laboratorium lapangan, penyebabnya adalah penyakit tetelo,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota Manado Ricky Poli di Manado, Rabu.
Ricky mengatakan, temuan ayam mati tersebut dilaporkan masyarakat di daerah tersebut dan langsung dilakukan pemeriksaan laboratorium lapangan. Hasil sementara semua unggas tersebut bukan mati karena virus H5N1 tetapi karena penyakit tetelo.
Kendati demikian, kata Ricky, pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan lanjutan karena apa yang didapat ini baru hasil pemeriksaan sementara.
“Sampel ayam mati tersebut sudah dikirim ke Balai Besar Veteriner Maros Sulsel, dan hasilnya baru akan diketahui beberapa hari kemudian, nanti akan diketahui penyebab ayam mati yang sebenarnya,” katanya.
Mengingat kejadian ini, Dinas Pertanian mengingatkan masyarakat Manado untuk tidak panik karena hasil sementara menunjukkan penyebab kematian ayam itu adalah tetelo.
Dinas Pertanian, kata Ricky, akan melakukan langkah-langkah pengamanan dengan melakukan penyemprotan di seluruh pasar di Manado, rumah potong ayam, serta lokasi-lokasi pemelirahaan ayam, untuk mencegah masuknya virus avian influenza di Manado.
“Semua lokasi di Manado rentan terkena karena Manado adalah daerah terbuka baik dari laut ataupun darat karena itu kami akan memperketat pengawasan semua jalan masuk ke kota ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Sekretaris Daerah Kota Manado Harold Monareh mengajak seluruh warga Manado tidak khawatir berlebihan, tetapi harus tetap waspada.
“Saya tetap mengingatkan seluruh warga Manado untuk waspada dan memeriksa dengan benar ayam yang akan dikonsumsi dan sebaiknya dimasak lebih lama dengan panas 100 derajat supaya semua virusnya mati,” kata Harold.
Pemerintah akan melakukan pengawasan secara ketat terhadap ayam di Kota Manado. (ann/jwt/ald)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading