Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Tomohon

2007 -Januari 2011 Piutang PDAM Tomohon Rp 595,2 Juta

Manado Today   |   21 Maret 2011 – 17:29 WITA

Tomohon Today – Kondisi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tomohon saat ini boleh dikatakan sedang sakit. Betapa tidak, sejak tahun 2007 lalu hingga Januari 2011, jumlah piutang atau tunggakan mencapai Rp 595.235.700. Ini dikarenakan sekitar 13.672 rekening tidak masuk. Hal ini diungkapkan Direktur PDAM Tomohon Jeffri ‘Jepol’ Polii SIK kepada wartawan Senin (21/3).

PDAM Tomohon

PDAM Tomohon

Jepol yang didampingi Kabag Umum dan Keuangan Theofilus Tampi, Kabag Teknik Freddy Tumurang serta Dewan Pengawas masing-masing Theodorus M Tuerah (Ketua) dan Didi A Ekel (anggota) mengatakan, saat ini pihaknya memang sementara melakukan pembenahan pasca dirinya dilantik sebagai direktur pada 2 Maret 2011 lalu.

‘’Ya, kondisi kami seperti ini, selain tunggakan tersebut, juga banyak terjadi kebocoran air yang mencapai 54,80 persen. Penyebabnya adalah sambungan liar dan meter yang rusak,’’ jelas Jepol.

Untuk menanggulangi hal tersebut lanjut Jepol, pihaknya sudah mulai melakukan langkah-langkah seperti membentuk tim opname sisa rekening, tim penanggulangan kehilangan air, tim pengkajian pengelolaan operasional unit terpusat, unit reaksi cepat, pusat layanan pelanggan serta penanggulangan kerusakan meter air.

‘’Hasilnya memang sangat membantu dan mulai ada perubahan,’’ kata Jepol.

Saat ini lanjutnya, pembayaran rekening langsung dilakukan di kantor pusat karena semua unit memang telah disatukan di kantor pusat yang terletak di Kelurahan Talete II Tomohon Tengah. Hal ini dilakukan agar terkontrol.
Saat ini, sambungan yang aktif di PDAM Tomohon berjumlah 3.918 dari total 6.129 sambungan. Produksi air rata-rata pada tahun 2010 berjumlah 1.374.012 meter kubik. Sementara air yang terjual 781.847 meter kubik. Air yang terbuang 952.165 meter kubik atau sebesar 54,80 persen.

‘’Ya, kebocoran akan kami tekan. April target kami tinggal mencapai 30 persen dan Mei tinggal 20 persen,’’ jelas Jepol diamini Tampi dan Tumurang. Dengan kondisi sekarang tambahnya, maintenance masih sulit dilakukan mengingat untuk gaji karyawan saja termasuk direksi dan dewan pengawas setiap bulan mengeluarkan dana sebesar Rp 140 juta, ditambah biaya bayar listrik Rp 75 juta, memperbaiki dua mesin yang rusak masing-masing Rp 15 juta. Dan, harus ada dana operasional sebesar Rp 30 juta perbulan. Sementara pendapatan perbulan hanya Rp 230 juta.

Sementara Ketua Dewan Pengawas PDAM Tomohon Theodorus M Tuerah menambahkan, standar tingkat kebocoran PDAM adalah 15 persen. Jadi, sekarang yang perlu dilakukan adalah bagaimana menekan kebocoran yang dari 54,80 persen menuju standar yang dimungkinkan. (ark)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading