Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Tomohon

2011, Tomohon Jadi Pusat Perhatian Akibat Letusan Gunung Lokon

Ardi Kalumata   |   31 Desember 2011 – 13:57 WITA

Gunung Lokon

Tomohon, MTC—Tahun 2011 menjadi tahun bencana bagi Kota Tomohon di Provinsi Sulawesi Utara, yakni meletusnya Gunung Lokon. Perhatian hampir seluruh rakyat Indonesia tertuju ke kota kecil yang terletak 20 kilometer arah Selatan Manado, ibukota Provinsi Sulut.
Lokon mulai menunjukkan aktifitas di pertengahan tahun 2011. Daerah sekitar Kawah Tompaluan terlihat mengering akibat aktifitas yang meningkat. 12 Juli, sekitar pukul 13.00 Wita, Gunung Lokon meletus dengan mengeluarkan material debu. Warga yang berada di Kelurahan Kinilow, Kinilow I serta Kakaskasen I diungsikan ke gedung SMA Kristen Tomohon Kelurahan Talete II Tomohon Tengah.
Upaya evakuasi pun terus dilakukan. Warga sekitar Gunung Lokon diungsikan ke gedung-gedung sekolah dan gedung milik pemerintah. Selama ditempatkan pengungsi, sekolah diliburkan.
Pergerakan Gunung Lokon terus diamati. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Surono mengungkapkan, setiap hari, Gunung Lokon mengembang 2,3 mm. Letusan susulan pun terus terjadi walaupun material yang dimuntahkan tidak jatuh di Tomohon tapi kea rah Barat dan Barat Daya Kota Tomohon.
‘’Ya, kami terus mengamati pergerakan dari salah satu gunung teraktif di dunia ini. SO2 juga terus meningkat walaupun tak signifikan seperti gunung lainnya jika aktif seperti ini,’’ jelas Surono.
Selama letusan beberapa kali katanya, memang material yang dimuntahkan tak turun di Tomohon tapi di bagian barat dan barat laut. Desa Agotey dan Lemoh Kecamatan Tombariri menjadi sasaran debu.
Sementara abu letusan selama ini, abu lebat paling jauh hanya 2 kilometer dari Kawah Tompaluan.
Di radius tiga kilometer dari kawah diperintahkan untuk tidak ada aktifitas.
Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak Kamis (14/7) malam langsung menyerahkan bantuan kepada korban pengungsi akibat letusan Gunung Lokon.
Bantuan yang diberikan berupa perlengkapan bayi, di mana terdapat ratusan bayi dalam pengungsian. Selain itu bantuan selimut serta bantuan tikar.
‘’Sebagai pemerintah, tentunya menjadi tanggung jawab kami untuk memperhatikan dan memberikan bantuan kepada para pengungsi. Kami minta agar ini digunakan sebaik-baiknya,’’ kata Eman didampingi Sekretaris Kota Drs Arnold Poli SH MAP, Asisten Bidang Administrasi Umum Ir Ervinz DH Liuw, Kadis PPKAD Ir Harold V Lolowang MSc, Kadis PU Ir Enos Pontororing MSi, Kadis Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Dolvin J Karwur MKes MSi serta pejabat lainnya .
Selama letusan Gunung Lokon yang terjadi beberapa kali, sebagai bentuk keprihatinan, bantuan terus bedatangan baik dari instansi pemerintah, swasta maupun perorangan.
Hingga kini, Gunung Lokon masih berstatus Siaga setelah diturunkan dari status awas beberapa waktu lalu. Malahan, masih memuntahkan material walaupun sedikit. Tanggal 26 dan 27 Desember 2011 juga sempat mengeluarkan material debu yang dirasakan warga Kinilow dan Tinoor. (ark)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading