Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Pemerintahan

3.728 WNI Ikut ARF-Direx

Redaksi Manado Today   |   18 Maret 2011 – 22:45 WITA

Manado Today – Indonesia merupakan utusan terbanyak peserta pada kegiatan internasional Asean Regional Forum- Disaster Relief Exercise (ARF-Direx) di Manado dan Minahasa Utara, 14-20 Maret 2011, yakni 3.728 orang. “Utusan Indonesia sendiri terdiri dari jajaran TNI, Polri, unsur pemerintah pusat dan daerah, Palang Merah Indonesia (PMI), Tagana, masyarakat, siswa dan sebagainya,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut Hoyke Makarawung, di Manado, Jumat sore. ARF Direx merupakan kegiatan latihan bersama internasional penanggulangan bencana alam dari forum regional Asean, serta beberapa undangan negara-negara sahabat lainnya, yakni sebanyak 20 negara turut berpartisipasi. Kegiatan yang berlangsung sejak 14 hingga 20 Maret 2011 yang telah dibuka Wapres Boediono dan disaksikan Wakil Menlu Jepang dan jajaran Menteri Kabinet Indonesia Bersatu itu, melibatkan banyak peserta asing dan utusan dalam negeri. Sementara itu, total personil dari luar negeri mencapai 561 orang, kemudian kelompok organisasi sebanyak 40 orang, personil Indonesia 3.728 orang personil. Untuk dukungan peralatan selama pelaksanaan ARF Direx itu berasal dari negara-negara seperti Australia, Uni Eropa, Cina, India dan Singapura. Bantuan peralatan yang diberikan adalah dukungan peralatan USAR, Peralatan Medis, Rumah Sakit Lapangan, INS Kesari, Helikopter Chetak, C-130, CH-47. Dari Indonesia sendiri peralatan yang digunakkan adalah perlatan militer, pesawat Hercules C-130 Casa 212, helikopter 332, tiga KRI, Combat Boat, Hovercraft, Helikopter SAR, Helikopter B105 dan lain-lain. Sebelumnya, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, pelatihan sipil-militer antar negara-negara Asean dan negara lainnya, sebagai bentuk kerjasama mempererat hubungan multilateral di bidang penanganan bencana. Bencana alam yang sering terjadi di Indonesia serta yang terakhir di Jepang, membuka hati masyarakat dunia tentang langkah penanggulangan secara baik dan optimal, sehingga masyarakat benar-benar tertangani dengan baik. (ann/hmt)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading