Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Berita Pilihan, Tomohon

Ada Skenario Gerson Mamuaja Dampingi Jimmy Eman !

Redaksi Manado Today   |   23 Desember 2010 – 09:59 WITA

Tomohon Today – Terkatung-katungnya pelantikan walikota-wakil walikota Tomohon ditengarai terkait dengan sebuah scenario untuk menjadikan Drs Gerson Mamuaja sebagai wakil walikota mendampingi Jimmy Eman. Aktifis Tomohon Judie Turambi, SH, menduga, tarik-menarik soal lokasi dan waktu pelantikan sebenarnya hanya menjadi alasan pihak Pemprov Sulut. Penyebab utamanya karena penjabat walikota saat ini Gerson Mamuaja ingin dipaksakan oleh pihak tertentu untuk menjadi wakil walikota.‘’Dari pernyataan gubernur waktu , tersirat maksud tersebut. Ini merupakan tindakan yang sangat merugikan masyarakat Tomohon sekaligus pelecehan terhadap demokrasi karena tidak mau melantik hasil pilihan rakyat,’’ ketus Turambi.
Karena itu, Judie Turambi mengajak ribuan Pendukung J2 untuk menduduki Kantor Walikota Tomohon, apabila tak kunjung jelasnya pelantikan Epe-Eman. 21.115 pendukung J2 dari segenap elemen masyarakat untuk rapatkan barisan menduduki Kantor Walikota Tomohon. Ini sebagai pesan bahwa SHS gagal hanya mau mementingkan keinginannya. Gubernur SHS seharusnya arif dan bijaksana supaya pemerintahan yang mendapat mandat rakyat segera didefinitifkan. (ark)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

One Response »

  • Max Wilar mengatakan:

    Hambatan pelantikan Rumajar-Eman karena faktor Rumajar yang berada dalam tahanan KPK. Apalagi diketahui status Rumajar sudah P-21 sejak 10 Desember 2010 dan menunggu pelimpahan kepada Pengadilan Tipikor. Artinya, ada persoalan hukum yang berada diluar kekuasaan pemprov Sulut. Pemprov Sulut tidak mungkin mengatur kinerja dan kewenangan KPK. Sejak 22 Desember 2010 Rumajar sudah berstatus Terdakwa sehingga penahanan beralih dari kekuasaan KPK kepada kekuasaan Hakim Pengadilan Tipikor. Artinya, peluang untuk dilantik menjadi sempit karena kendala hukum yang menimpanya. Satu2nya yang akan dilantik – menurut pengamatan saya- adalah Eman. Tidak ada diktum apapun yang bakal menjadikan Mamuaja sebagai pendamping Eman. Sarundajang tidak salah dengan bertele-telenya pelantikan Rumajar-Eman. Beberapa kali Sarundajang menjadualkan pelantikan Rumajar – Eman, yaitu pertama sejak 14 Desember 2010 tapi terhambat oleh ijin KPK. Masalah hukum dan kebijakan Departemen Dalam Negeri harus dipatuhi Sarundajang. Siapapun yang mempersalahkan Sarundajang adalah orang yang tidak mengerti hukum. Kita hormati kemenangan Rumajar – Eman tapi diatas segala-halanya kita juga harus menghormati supremasi hukum. Negara kita adalah negara hukum (rechtstaat). Kita beri kesempatan kepada Rumajar untuk melakukan pembelaan di persidangan Tipikor. Bila ia tidak bersalah tentu ia akan dibebaskan. Bila ia bersalah tentu ia akan dihukum. Eman,sekalipun berpasangan dengan Rumajar adalah pribadi yang lain. Rumajar bukan Eman. Kita hormati setiap orang sesuai dengan perbuatan dan tindakannya. Supremasi hukum harus dihormati. Demonstrasi yang mengabaikan supremasi hukum adalah anarkisme yang tidak akan menyumbang apa-apa selain sebuah anomali.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading