Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Bitung

Ahli Waris Tanah Terminal BBM Pertamina Bitung Gelar Aksi Demo

Aldy Monareh   |   13 Januari 2012 – 17:30 WITA
Demo di Pertamina Bitung

Negosiasi antara Kapolres Bitung Satake Bayu denan koordinator aksi demo, Jacky Ticoalu yang adalah salah satu ahli waris

Bitung, MTC – Buntut belum dibayarkannya ganti rugi atas tanah seluas 7.7 hektar yang saat ini dijadikan sebagai terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh PT Pertamina, kepada ahli Ahli waris tanah Simon Tudus dan Martinus Pontoh. Sejumlah ahli waris kedua dotu tersebut kembali mendatangi terminal BBM Bitung, Jumat (13/1/2011), sekitarv pukul 13.23 Wita.
Kedatangan sejumlah ahli waris didampingi sekitar dua ratusan masa, yang dipimpin oleh salah satu ahli waris Dotu Martinus Pontoh, Jacky Ticoalu ke terminal BBM PT Petamina Bitung ini,untuk mempertanyakan kejelasan pembayaran tanah tersebut oleh pihak Pertamina.
“Kedatangan kami untuk mempertanyakan kejelasan kapan pembayaran akan dilakukan oleh PT Pertamina. Sebab PT Pertamina telah mengabaikan putusan hukum Mahkamah Agung. Dimana Pertamina sudah dieksekusi berdasarkan putusan MA nomor 3965 K/PDT/1999. Apalagi putusan ini telah inkrah karena banding yang dilakukan Direksi PT Pertamina ditolak oleh MA,” tandas Ticoalu sembari menjamin bahwa aksi yang mereka lakukan tidak akan menjurus ke anarkis dan tidak akan menghambat distribusi BBM.
Setelah melakukan negosiasi dengan Kapolres Bitung AKBP Satake Bayu SIK, didampingi oleh kabag Ops Polres Kompol Asep Darmawan, yang turun langsung memimpin pengamanan di lokasi demo, Bayu kemudian mempersilahkan perwakilan ahli Waris untuk bertemu dengan head officer terminal BBM Bitung, Guntur Mewengkang.
Dalam percakapan yang berlangsung alot ini akhirnya, disepakati bahwa pada Selasa pecan depan kedua perwakilan ahli waris akan bertemu dengan jajaran Direksi PT Pertamina di Jakarta.
Sementara itu guna menjaga kemungkinan aksi demo menjurus ke tindakan anarkis sekitar ratusan Polisi anti huru hara Polres Bitung telah berjaga di lokasi demo.
Sekedar informasi tanah milik ahli waris milik Simon Tudus 4.5 hektar, sementara dotu Pontoh 3.2 hektar, yang saat ini telah dijadikan sebagai terminal BBM Petamina yang telah ditempati sejak tahun 1968. (lou)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading