Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Bitung

ALFI Minta Kapolda Tinjau Pembatasan Operasi Kendaraan Berat

Aldy Monareh   |   7 Desember 2011 – 19:10 WITA

Bitung, MTC – Pembatasan operasi kendaraan angkutan berat oleh Polda Sulut, terus menuai kontroversi setelah mendapatkan penolakan dari para sopir dengan melakukan aksi mogok Rabu (07/12/2011) siang tadi.
Kali ini sorotan terkait kebijakan tersebut datang dari Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Bitung, mereka meminta agar pembatasan jam beroperasi bagi kendaraan angkutan berat ditinjau kembali.
“Kami minta pak Kapolda Sulut mengkaji kembali pemberlakuan operasi Kontainer karena sangat merugikan banyak pihak,” tandas ketua ALFI Bitung Sam Panai, Rabu (7/12/2011) di lokasi pelabuhan. Samudera Bitung.
Menurutnya, dengan diberlakukan jam operasi , distribusi barang menjadi terhambat. Sebab kendaraan berat yang biasanya beroperasi tiga rit dalam sehari, dengan pembatasan jam operasi menjadi I (satu) rit dalam dua hari. Dan ini juga akan berdampak pada penghasilan para Sopir dan kernet. Lebih parah lagi menurutnya jika ini terus belangsung akan terjadi penumpukan container, karena tidak seimbangnya arus barang yang keluar masuk.
“Anehnya lagi, kami tidak dilibatkan dalam pembahasan ini, karena kondisi di lapangan justru kamilah yang paling tahu. Dan distribusi barang melalui container adalah urat Nadi pereknomian ini yang mungkin tidak diketahui Kapolda Sulut,” tegasnya lagi.
Lanjut dikatakannya jika distribusi barang terhambat, otomastis akan berdampak pada harga barang , karena secara otomatis akan tercipta hukum Ekonomi dimana barang kurang harganya pasti naik.
“Dan ujung-ujungnya, masyarakat yang akan kena dampaknya, apalagi saat ini menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, yang hampir 80 persen kebutuhan masyarakat terdistribusi dari Kontainer. Ini yang harus diperhatikan Polda Sulut,” terangnya.
Terpisah , Manager SDM Peti Kemas Bitung Musnir, mengatakan bahwa akibat mogoknya para sopir kontainer ini, juga berdampak pada aktifitas Pelabuhan Peti kemas, karena arus barang yang keluar turun hingga 50 persen.
“Biasanya sehari arus barang yang keluar 200 hingga 300 kontainer namun saat ini tinggal 50 persennya,” ujarnya sembari berharap persoalan ini bisa cepat selesai. (lou)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading