Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Nusa Utara

Antisipasi Pencurian Listrik, PLN Tahuna Lakukan P2TL

Redaksi Manado Today   |   15 Mei 2012 – 19:41 WITA

TAHUNA (manadotoday) – Maraknya aksi pencurian listrik lewat sambungan liar yang terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Sangihe, pihak PLN Cabang Tahuna melakukan antisipasi dengan mengintensifkan Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) di seluruh wilayah di daerah ini.

Asisten Manajer Distribusi Area Tahuna, B.E Mathindas yang juga selaku ketua Tim P2TL kepada wartawan mengatakan, operasi penertiban sambungan listrik liar akan dilakukan bekerja sama dengan aparat kepolisian.

“Dari hasil investigasi sekaligus pemeriksaan oleh tim P2TL PLN Cabang Tahuna, kami menemukan adanya sambungan listrik liar yang masuk kategori pencurian listrik. Terkait dengan temuan tersebut, maka kami melakukan penertiban melalui program P2TL. Dalam pelaksanaannya, kami bekerja sama dengan pihak aparat kepolisian yang akan berlangsung kurang lebih dua pekan kedepan,” ujar Mathindas, seraya menambahkan bahwa jumlah pelanggaran terbesar dilakukan oleh kelompok pelanggan rumah tangga.

Operasi ini, tambah Mathindas diharapkan akan memberi efek jera bagi warga yang melakukan pencurian jaringan listrik melalui sambungan liar.

Sedangkan menyangkut sanksi, Mathindas, mengatakan jika pihaknya menemukan adanya sambungan liar dari rumah pelanggan ke rumah warga lain, maka pihaknya akan melakukan pemutusan atau pembongkaran jaringan listrik.

Dia juga menjelaskan, umumnya pencurian listrik tersebut terdiri atas 3 jenis, yakni, pelanggan menggunakan MCB (Mini Circuit Breaker) rakitan yang tidak sesuai standar PLN, menghentikan/menghambat putaran KWH Meter hingga tak berfungsi dengan baik, serta mengupas kabel dan “mencantol” listrik dari kabel milik PLN.

“Jadi, selain akan dilakukan pemutusan jaringan, bagi mereka yang terbukti melakukan pencurian listrik, akan dijerat dengan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, dimana sanksi pidananya adalah 7 tahun penjara dan denda sebesar Rp 2,5 miliar,” tandasnya lagi. (nal)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading