Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Manado

Assa : Pemkot Manado Hanya Sebatas Membantu DPTNB

Aldi Mawitjere   |   7 Oktober 2011 – 09:33 WITA

Terkait Kebersihan Taman Nasional Bunaken

Peter Assa

Peter Karbert Assa Phd

Manado Today – Belakangan Pemkot Manado, lebih khusus Dinas Pariwisata menjadi sasaran empuk atau sorotan terkait kebersihan Taman Nasional Bunaken. Padahal tempat wisata yang menjadi kebanggan Sulut dan Indonesia tersebut memiliki Dewan Pengelola Taman Nasional Bunaken (DPTNB) sebagai lembaga yang mempunyai tupoksi jelas menjaga kebersihan dan konservasi.

“Perlu dipertegas Pemkot Manado khususnya Disparbud sifatnya membantu.,”ujar Kadis Pariwisata dan Kebudayaan DR Peter Karbert Assa Phd di damping Kabid pelayanan pers Diskominfo Frangky Mokodompis SIP MSi, di ruang media center kepada manadotoday Kamis (06/10/2011).

Mantan kabag pembangunan itu, mengakui selain tupoksi oleh DPTNB, aset wisata Bunaken menjadi tanggung jawab bersama empat Kabupaten/Kota yakni Manado, Minut, Minahasa dan Minsel dibawah koordinasi Pemerintah Provinsi. Namun demikian, secara otomatis pihak Disparbud akan tatap melaksanakan upaya menyelamantan lingkungan dalam program konservasi lokasi-lokasi wisata.

“Kita akan membantu selagi mereka (BPTNB,red) memberikan ruang lebih luas. Seperti halnya program konservasi lingkungan dan kegiatan bersih-bersih laut yang kita beri nama sapu laut. Namun harus kita akui tidak bisa membersihkan secara sempurna seratus persen,”terang Assa sembari menuturkan bilamana Taman Nasional Bunaken ini rusak ataupun berkurang kwalitasnya maka otomatis pengunjung-pengunjung juga pasti akan berkurang.

Lebih jauh dikatakan, jebolan Doktor Universitas di USA ini, pihaknya sudah beberapa kali diundang untuk rapat oleh DPTNB, termasuk dengan Badan Lingkungan Hidup Provinsi. Pasalnya, untuk membersihkan lingkungan Taman Nasional Bunaken bukan hanya di permukaan, dan lingkungan daratan tetapi juga lingkungan bawah laut. Ada program-program kedepan yang akan Disparbud coba lakukan untuk mengembangkan lokasi wisata ini, sebagai upaya-upaya mencegah terjadinya perusakan lebih luas terhadap taman laut Bunaken. Tentunya, dengan koordinasi DPTNB serta BLH Provinsi yang juga telah menyatakan akan turun melakukan pembersihan.

“Jadi kegiatan sapu laut kita lakukan pembersihan mulai dari dasar laut. Dimana karang-karang yang sudah tertutup dengan plastik-plastik (sampah) diangkut oleh penyelam-penyelam mereka itu adalah tokoh-tokoh lingkungan dengan sukarela memberi diri untuk membersihkan Taman Laut Bunaken. Mereka menyelam (mencari) mengangkat sampah. Kita hanya memfasilitasi transportasi mereka, juga sewa alat (selam) karena untuk menyelam diperlukan alat yang harus kita sewa,” jelas Assa sembari menambahkan bahwa kegiatan sapu laut ini sudah terhenti sejak Juli lalu, namun akan digalakan kembali.(ald)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading