Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Berita Pilihan, Headline

Astaga, Manado Urutan Tertinggi Penderita HIV/AIDS di Sulut !

Redaksi Manado Today   |   16 April 2011 – 22:00 WITA

Koleksi 313 Penderita Dari Total 787 Temuan Infeksi

Manado Today – Kota Manado masih tertinggi penderita HIV/Aids di Sulawesi Utara (Sulut) hingga tahun 2011 ini, kata Pengelola Program Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Sulut, Jones Oroh.

Stop AIDS

Stop AIDS

Dari total penderita HIV/Aids di Sulut sebanyak 787 kasus temuan, Kota Manado memiliki tingkat tertinggi sebanyak 313 penderita, katanya di Manado, Sabtu.
“Penderita HIV sebanyak 101 orang dan penderita aids sebanyak 212 orang, yang tersebar dari berbagai profesi pekerjaan dan sebagainya,” katanya.
Selain Manado, Kota Bitung juga mengoleksi penderita HIV/Aids terbanyak kedua yakni 183 kasus. Yakni terdiri dari 100 penderita HIV dan 83 penderita Aids.
Kemudian ada di Kabupaten Minahasa Utara sebanyak 75 penderita, terdiri dari 20 penderita HIV dan 55 penderira Aids, Minahasa Selatan sebanyak 73 kasus dengan 16 penderita HIV serta 57 penderita Aids.
“Dari 15 kabupaten dan kota yang ada, semuanya telah ditemukan langsung penderita penyakit tersebut. Dan saat ini terus dilakukan konseling bagi mereka sehingga tidak ada stigma negatif bagi mereka,” jelasnya.
Sementara berdasarkan profesi, ternyata latar belakang swasta/wiraswasta terbanyak dengan 202 kasus, Ibu Rumah Tangga (IRT) sebanyak 138 kasus, Pekerja Seks Komersil (PSK) sebanyak 72 kasus, pelaut 53 kasus, tidak bekerja 102 kasus dan banyak lagi pekerjaan lainnya.
Dari rincian jenis kelamin penderita itu, laki-laki sebanyak 468 kasus terdiri dari HIV sebanyak 134 dan Aids 334, kemudian perempuan 319 kasus dengan penderita HIV sebanyak 148 dan Aids 171.
Umumnya penderita penyakit berbahaya itu lebih disebabkan hubungan heteroseksual 607 kasus, napza/IDU 95 kasus, perinatal 95 kasus, hetero/IDU 20 kasus, homoseksual 14 kasus, tidak diketahui lima kasus, biseksual dua kasus serta transfusi darah satu kasus.
“Upaya yang dilakukan KPA Sulut dan pemerintah daerah, banyak melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait dampak dari penyakit ini, sehingga tidak membawa dampak negatif lebih besar lagi. (ann/jwt)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading