Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Berita Pilihan, Headline, Tomohon

Atasi Banjir, Perlu Kebijakan dari Hulu ke Hilir

Staff Manado Today   |   7 Mei 2011 – 15:56 WITA

Tomohon Today – Banjir salah satu persoalan krusial lingkungan hidup di Kota Tomohon. Hujan lebat dan waktu hujan yg panjang membuat volume air menjadi banyak, mengakibatkan banjir di beberapa titik di Kota Tomohon.

Kota Tomohon

Genangan air akibat hujan di pusat Kota Tomohon

Seperti, di kompleks tugu Matani, perempatan KFC Talete, sekitar Coll Supermarket Walian, lorong Gardenia Kakaskasen II, memprihatinkan dan harus mendapat perhatian serius dari semua pihak dan secepatnya harus ditangani oleh Pemkot Tomohon.

‘Kalau tidak, akan menjadi bencana lingkungan yang serius di Kota Tomohon. Secara kasat mata, melihat volume air yg banyak, kecepatan air, warna air kecoklatan, ketebalan air 15 cm-20 cm, serta ikut terbawah arus berbagai material hutan, ini indikasi hutan Mahawu dan Masarang serta daerah tangkapan air perkebunan Wawo dalam kondisi kritis,” ujar aktifis lingkungan Tomohon Judie J Turambi SH.

Dikatakannya, ketika hujan, sebagian besar air tidak lagi meresap ke tanah bahkan langsung mengalir, ini karena menipisnya tutupan hutan. Olehnya untuk cegah banjir, perlu kebijakan dari hulu hingga hilir dari Pemkot Tomohon.

Kebijakan hulu berupa mengembalikan fungsi hutan dan perlu diterbitkan perda penataan kawasan hutan lindung Mahawu dan Masarang. Lajunya alih fungsi lahan perkebunan dan sawah menjadi areal perumahan perlu dikontol sesuai dengan tataruang.

Sementara kebijakan hilir berupa pembuatan cekdam pada daerah-daerah kemiringan untuk menahan deras lajunya air permukaan, memperbaiki kanal-kanal saluran air dan kualitas drainase serta kontrol jangan sampai tersumbat.

” Cekdam perlu dibangun di kawasan tangkapan air dari bagian timur mulai dari Kakaskasen I Tomohon Utara sampai kawasan perkebunan Wawo Tomohon Selatan. Pembuatan kanal air di perkebunan ‘Timuli’ Paslaten II Tomohon Tengah. Sementara peran masyarakat sangat dibutuhkan yakni jangan jadikan kanal air dan drainase sebagai tempat pembuangan sampah,” tandas Turambi.

Karena sampah dengan volume banyak dapat menyumbat dan membuat air tertahan. Akibatnya, air akan meluap dan berakibat banjir. (ark)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading