Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Minahasa

Bakti Sosial FKPA: Angkat Enceng Gondok di Danau Tondano

Redaksi Manado Today   |   23 Februari 2011 – 16:30 WITA

Forum komunikasi pencinta alam (FKPA), Sulawesi Utara (Sulut) memprogramkan pengangkatan enceng gondok di Danau Tondano Kabupaten Minahasa.

Sekretaris FKPA Sulut, Steven Sumolang  mengatakan, aksi pengangkatan enceng gondok tersebut direncanakan selama dua hari dari 25-26 Februari.  ”Selain aksi tersebut juga digelar kampanye penyelamatan Danau Tondano,” kata Sumolang.

Steven Sumolang mengatakan, kegiatan bakti sosial pengangkatan eceng gondok dan kampanye penyelamatan Danau Tondano tersebut akan dilaksanakan pada lokasi antara lain Desa Kiniar dan Desa Tolour.

Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan terhadap pertumbuhan eceng gondok di danau tersebut.

Cakupan eceng gondok pada danau tersebut saat ini cukup luas, dan ini dapat menyebabkan antara lain pendangkalan danau itu.

Sementara Danau Tondano merupakan salah satu danau kebanggaan masyarakat di daerah “Nyiur melambai” tersebut.

“Danau Tondano menjadi sumber mata pencaharian sebagian besar masyarakat yang bermukim di pesisir danau dan sumber energi bagi Sulut,” katanya.

Sejumlah kegiatan yang akan dilakukan, kata Sumolang, seperti pengangkatan eceng gondok, kampanye, diskusi kelompok serta penanaman pohon.

Kegiatan yang bekerjasama dengan Suara Rakyat Minahasa tersebut akan melibatkan ratusan peserta berasal antara lain dari Mahasiswa pencinta alam baik dari perguruan tinggi negeri maupun swasta, kelompok penggiat alam, pemuda dan masyarakat sekitar lokasi. (ant/dri)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

One Response »

  • edisaniman mengatakan:

    …ulah oknum masyarakat perambah hutan dan oknum pejabat hanya demi kepentingan proyek merusak ekosistem.Tidak melihat amdal dan pembangunan berkesinambungan.Daerah konservasi dan lahan pertanian untuk pangan dialih fungsikan (melanggar UU.No.32/2009 psl.4:Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan UU No.4/2006:Perjanjian mengenai sumberdaya genetik tanaman untuk pangan dan pertanian)dan Berakibat bencana bagi masyarakat:banjir,kekeringan dan pemanasan global.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading