Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Berita Pilihan, Minahasa Tenggara

Bappeda Deadine Besok Pengajuan Renja APBD 2012

Staff Manado Today   |   27 Juni 2011 – 17:12 WITA
Kaban BAPPEDA Mitra

Kaban BAPPEDA Mitra Ir.Dwight Moddy Rondonuwu,M.Si

Ratahan Today – Selasa Besok (28/06) batas akhir (deadline) pemasukan Rencana Anggaran (Renja) Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) untuk memasukkan Rencana Kerja (Renja) dari rencana semula pada Senin (27/6).

Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Minahasa Tenggara Ir Moudy Rondonuwu MT, penambahan waktu pemasukan Renja ini sangat beralasan, karena untuk memaksimalkan pembahasan APBD 2012.

Selain itu Renja ini harus sesuai Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS), dan itu telah dibahas oleh dewan bersama SKPD yang ada. Juga jika melihat waktu, perpanjangan deadline ini tak akan merubah akan pengajuan dari semua SKPD, malahan akan lebih memberikan wahana baru untuk masyarakat.

“Tiap SKPD memasukkan Renja sesuai dengan besarnya alokasi anggaran, sebagaimana telah dibeber dalam pembahasan tersebut. Dengan jumlah anggaran tersebut, setiap SKPD menyusun program kegiatan yang dilakukan tahun 2012. Batas pemasukan Selasa (28/06), ’’ ungkap Rondonuwu didampingi Kabag Humas Setkab Mitra Drs Ezra Sengkey MSi.

Walaupun ada penundaan pemasukan, namun SKPD diminta untuk proaktiv dan secepatnya memasukan Renja. Jika semua pengajuan telah ada, akan segera diserahkan ke legislatif untuk ditindaklanjuti sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku.

Rondonuwu menjelaskan untuk penyusunan Renja, harus mengacu pada tema penyusunan RKPD yakni percepatan infrastruktur, tata kelola pemerintahan yang baik, peningkatan sumber daya manusia untuk percepatan MDGs dan ketahanan pangan. Nantinya realiasi dilapangan untuk SKPD tak akan susah, dan mengambang, karena sesuai sasaran.

“Hal ini yang menjadi acuan bagi setiap SKPD dalam penentuan prioritas program ke depan. Selain mengacu pada tema tersebut indikator-indikator penyusunan APBD yang pro rakyat harus diperhatikan,” tandasnya.

Rondonuwu menambahkan, sejumlah indikator ini yakni pro growth, pro job, pro environment dan pro kemiskinan. “Pro growth, terjadi pertumbuhan ekonomi, pro job, tersedianya lapangan pekerjaan sehingga mengurangi pengangguran, pro environment, peduli untuk mempertahankan dan melestarikan lingkungan serta pro kemiskinan yakni peduli untuk pengentasan kemiskinan.

Maka dengan APBD yang pro rakyat, ekonomi dapat bertumbuh, tersedianya lapangan pekerjaan, lingkungan tetap lestari, dan jumlah penduduk miskin berkurang, ’’pungkasnya. (vel)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading