Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Bitung

BCW Desak Aparat Hukum Usut Pembebasan Tanah Kuala Tembaga

Staff Manado Today   |   18 April 2011 – 20:47 WITA

Bitung Today – Pembebasan tanah garapan di Kuala Tembaga Aertambaga yang saat ini telah menjadi pangkalan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan kembali mencuat.Pasalnya, pembebasan tanah seluas 40.235 Meter senilai 3.669.176.700, diduga bermasalah karena dinilai tidak sesuai Peraturan Presiden Nomor 65 tahun 2006 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk kepentingan Umum.
Belum lagi ketika dibebaskan tanah tersebut masih dalam sengketa karena ada dua pihak yang saling mengklaim tanah tersebut. Hal itu disampaikan Ketua Bitung Corrupttion Watch Jacky Ticoalu.

Menurutnya, tanah garapan Kuala tembaga tersebut merupakan milik negara. Sehingga terbentuklah formasi panitia pengadaan tanah dari pemerintah kota Bitung untuk pembangunan pangkalan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan.
Namun, ketika akan dibebaskan oleh Pemkot Bitung , muncul Iman Sulaiman dan Reynold Walakandouw yang mengaku sebagai pemilik lahan tersebut. Akibat adanya dualisme kepemilikan tanah, keduanya saling menggugat dari Pengadilan Negeri Bitung hingga ke Mahkamah Agung.

Dan dalam putusan Mahkamah Agung, ternyata dimenangkan Reynold Walakandouw setelah MA mengabulkan kasasi dari pemohon Reynold Walakandouw SE, dan mebatalkan putusan Pengadilan Tinggi Manado.

“Anehnya Panitia pembebasan tanah hanya membayar kepada Iman sulaiman senilai Rp 3.669.176.700, sebagai pihak yang kalah , bukan kepada Reynold Walakandouw SE pihak yang dimenangkan MA sebagai pemilik lahan. Ini kan aneh, dan terindikasi ada permainan,” ungkapnya.

Selain itu Ticoalu juga mempertanyakan pembayaran panitia kepada pihak yang dimenangkan MA sebagai pemilik lahan senilai Rp 250 juta dari Rp 500 juta yang dijanjikan, karena ini artinya telah terjadi pembayaran double, dan Pemkot Bitung di rugikan dalam hal ini.

“Seharusnya panitia tidak perlu membayarkan ke Reynold Walakandouw, jika telah dibayarkan ke pihak Iman Sulaiman, sehingga pemkot tidak akan rugi Rp 250 juta. Anehnya lagi 250 juta untuk Walakandow bukan diambil dari pembayaran yg sudah ditetapkan tim panitia,malahan menambah pembayaran melebihi yg ditetapkan oleh tim panitia senilai Rp 3.669.176.700. Ini artinya terjadi ketambahan Rp 250 juta dari nilai yang ditetapkan sebelumnya pembebasan lahan tersebut membengkak menjadi Rp 3.919.176.700, ” ungkapnya sembari menambahkan proses pembayaran tanah tersebut bertolak belakang dengan Peraturan Presiden Nomor 65 tahun 2006 dan panitia pembebasan bertanggung jawab dalam hal ini.

Jika sesuai mekanisme, tambah Ticoalu jika tanah yang dibebaskan bermasalah panitia seharusnya menitipkan ke Kejaksaan sambil menunggu putusan pengadilan sehingga tidak akan terjadi pembayaran double, dan hal ini diatur dalam peraturan Menteri Agraria atau kepala badan pertanahan nasional Nomor 55 tahun 1993 dan Nomor 3 tahun 2007.

“Dan yang paling krusial dalam masalah ini adalah diduga belum ada kepastian hukum siapa pemilik hak garapan tanah ini ,serta tidak menutup kemungkinan akan ada gugatan yang lain lagi dan jika itu terjadi maka negara akan di rugikan 3,8 Miliar lebih,” tukasnya.

Untuk itu Ticoalu mendesak agar aparat Hukum segera mengusut kasus ini, dan pihaknya siap memberikan data jika diperlukan.

“Kami juga akan menyurat ke presiden ,serta aparat terkait akan permasalahan ini,” pungkas Ticoalu. (lou)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading