Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Berita Pilihan, Bitung, Headline

Bitung Nominator Peraih Adhikarya Pangan Nasional 2012

Aldy Monareh   |   23 September 2012 – 18:03 WITA
Sondakh ketika mempresentasikan Ketahanan Pangan

Sondakh ketika mempresentasikan Ketahanan Pangan di Botani Square Bogor

BITUNG, (manadotoday.com) – Meskipun Kota Bitung meripakan tdaerah industri dengan lahan Pertanian yang terbatas. Namun upaya Pemkot Bitung yang terus berinovasi menunjang program Ketahanan Pangan Nasional terus dilakukan.

Hal ini kemudian yang menarik perhatian Badan Ketahanan Pangan Nasional, menjadikan Kota Bitung sebagai nominator peraih penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara Tahun 2012.

”Ada 8 Kabupaten/Kota yang masuk nominator. Dan Bitung masuk dua besar,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kota Bitung Ir Lusye Macalawang.

Dikatakannya, dalam kaitan dengan penghargaan Adhikarya Ketahanan Pangan 2012, Walikota Bitung berhasil mempresentasikan program Ketahanan Pangan Kota Bitung di depan Tim Juri Independen, Tim Ahli dan Pengamat Ketahanan Pangan Nasional diantaranya mantan Menteri Koperasi Era Orde Baru Bustanil Arifin, di Botani Square Bogor, Sabtu (22/9) kemarin.

Dalam presentasinya Sondakh memaparkan Bitung sebagai Kota Pelabuhan dengan kawasan Industei tetapi mempunyai banyak inovasi dalam mengembangkan Pertanian dan Ketahanan Pangan.

”Program Gerakan sentuh tanah, Gerkana menanam dan memelihara pohon dan Cinta Lingkungan dipaparkan Sondakh dalam kesempatan itu, sehingga memukau para tim juri dan pengamat Pangan Nasional,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut Walikota dalam upaya mensukseskan program Ketahanan Pangan menyatakan warga Bitung tidak bergantung pada beras dan memaksimalkan sumber lain seperti jagung, Ubi-ubian dan Pisang untuk di konsumsi.

”Pemkot Bitung juga berusaha mengingatkan warga memanfaatkan lahan tidur. Karena dengan demikian masyarakat memperoleh tambahan penghasilan,” ujarnya sembari menambahkan salah satu bukti Kota Bitung memaksimalkan program Ketahanan Pangan yakni, berhasilnya Pulau Lembeh keluar dari daerah rawan Pangan, karena sebelumnya daerah ini dikenal dengan zona merah karena minimnya aksebilitas ke Pulau ini.(lou)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading