Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Bitung, Headline

Bitung Prioritas Ditetapkan Sebagai KEK

Staff Manado Today   |   6 April 2011 – 12:10 WITA

Bitung Today – Kota Bitung sebagai pelabuhan samudera di tepi pasifik nusantara merupakan salah satu daerah yang menjadi prioritas utama untuk ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus dari 48 daerah di Indonesia.Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bitung Jantje Sakul, Rabu, mengatakan, informasi dari Direktorat Jenderal Perindustrian Kementerian Perindustrian, dari 48 daerah yang ada, lima daerah sudah ditetapkan sebagai prioritas utama menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), termasuk Bitung.

“Penetapan lima daerah prioritas KEK tersebut oleh Dirjen Perindustrian, berlaku hingga tahun 2012,” katanya.

Sakul mengatakan Dirjen Perindustrian sudah dua kali mengunjungi Kota Bitung untuk meninjau Kawasan Ekonomi Khusus yang berada di Kelurahan Tanjung Merah dan Manembonembo Kecamatan Matuari, Bitung, Sulawesi Utara, dengan luas kawasan 512 hektar dengan rincian 22 hektar adalah milik pihak swasta dan 98 hektar merupakan tanah negara serta selebihnya adalah milik masyarakat.

“Ketika KEK ini sudah dioperasionalkan, investor yang masuk nantinya akan bernegosiasi dengan masyarakat mengenai luasan kawasan tersebut, namun untuk rencana detailnya akan disusun oleh Pemerintah Daerah bekerjasama dengan Kementrian Perindustrian untuk menggunakan fasilitas konsultan,” katanya.

Sakul mengatakan untuk perkembangan KEK, sampai saat ini “master plan”-nya sudah ada, bahkan Amdal-nya sudah dibuat, sedangkan tahun ini Dirjen Perindustrian sedang menyusun rencana strategis dari Kawasan Ekonomi Khusus tersebut.

“Rencana strategis tersebut tentunya melihat potensi yang ada di Kota Bitung maupun daerah pendukung, karena pada dasarnya sejumlah industri di Kota Bitung adalah mayoritas industri kelapa dan perikanan, sehingga pengembangan inilah yang nantinya kita lihat akan diarahkan kemana,” ujar Sakul.

Melalui rencana strategis itu, lanjut Sakul, akan memperhitungkan untung ruginya ketika akan dibangun Kawasan Ekonomi Khusus, serta mudah dan sulitnya untuk mendapatkan bahan baku bahkan tentang pemasarannya, itu semua akan dicover dalam rencana strategis.

“Selain itu juga ada lima tahapan untuk pengembangan KEK, diantaranya penyediaan infrastruktur jalan, air maupun listrik dan pengolahan limbah, kemudian pengkavlingan lahan dan sarana pendukung industri, namun untuk sarana ini sudah tersedia yaitu pelabuhan Bitung, Selanjutnya penyediaan kantor dan pengadaan ruang terbuka hijau,” katanya.

Sakul mengatakan lima tahapan ini tidak secara otomatis dirangkaikan bersamaan, namun dilakukan bertahap berdasarkan kebutuhan maupun prioritas pembangunan di kawasan ekonomi khusus.

“Tidak mungkinkan dari 512 hektar ini dilakukan secara bertahap, namun lebih diprioritaskan adalah lahan milik pemerintah untuk dimatangkan, kemudian melihat animo investor, ketika cepat mereka datang, pengelolaan itu akan dilanjutkan, namun untuk lahan 22 hektar milik swasta sudah ada Engineering detail, dimana penggunaan lahan telah tersusun,” katanya.

Namun demikian, lanjut Sakul, lahan milik masyarakat diberikan keleluasaan untuk secara langsung melakukan negosiasi bersama investor tanpa ada yang merasa dirugikan atau tanpa pembebasan lahan, sehingga pemerintah hanya sebagai mediator.

“Dengan kata lain ketika masyarakat menaikan tarif harga tanahnya, maka pemerintah akan fasilitasi jangan sampai investor malahan lari akibat mahalnya harga tanah yang dijual masyarakat, begitupun sebaliknya ketika investor menawar harga murah, kamipun akan memonitor agar tidak terjadi kerugian bagi masyarakat, sehingga semua pihak merasakan kenyamanan maupun keuntungan bersama,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Sakul, dalam usulan rancangan Kawasan Ekonomi Khusus untuk akses penghubung menuju Pelabuhan Bitung, tidak menggunakan jalan umum, namun akan dibangun jalan layang, sehingga memudahkan proses angkutan jalan. (ann/jwt)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading