Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Ekonomi dan Keuangan

BMM Langka, Produksi Ikan Nelayan Sulut Turun

Staff Manado Today   |   24 Juli 2011 – 17:19 WITA

Manado Today – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Sulawesi Utara (Sulut) beberapa bulan terakhir ini, turut mempengaruhi produksi tangkapan ikan nelayan.

“Sulitnya mendapatkan BBM secara memadai membuat para nelayan tidak mendapatkan hasil maksimal, sehingga diharapkan kelangkaan BBM ini bisa diatasi secepat mungkin,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut Happy Korah, di Manado, Minggu (24/07/2011).

Bahkan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut sudah menggelar pertemuan dengan para pelaku usaha bidang perikanan serta jajaran TNI Angkatan Laut, yang dipimpin Komandan Lantamal VIII Laksma TNI Sugianto, membahas masalah kelangkaan BBM serta perizinan rumpon.

Koordinasi lintas instansi sesunggunya bertujuan untuk mencari solusi pada sektor perikanan, agar tidak berdampak negatif pada sektor ekonomi di daerah.

Korah mengakui bahwa kontribusi dari pelaku usaha bidang perikanan terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah itu sumbangannya cukup besar, sehingga berbagai persoalan seperti kelangkaan BBM ikut membawa pengaruh negatif.

Karena itu pemerintah akan terus berupaya mencarikan solusi dari kelangkaan BBM, kemudian memberikan kemudahan-kemudahan seperti merevisi aturan yang tidak sesuai dengan perkembangan yang ada saat ini.

Komandan Lantamal VIII Sulut, Sugianto mengatakan, sejak kelangkaan BBM, kapasitas pasokan ikan di daerah ini mulai tahun 2010 telah terjadi penurunan sampai 30 persen, kemudian sampai bulan Juni tahun 2011 terjadi pula penurunan signifikan hingga 15 persen dari kapasitas rata-rata produksi.

Karena itu pemerintah harus mengambil langkah-langkah cepat untuk mengatasinya sehingga perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang perikanan tidak sampai “gulung tikar”, termasuk tenaga kerja akan menjadi pengganguran.

Ia menyebutkan beberapa alasan sehingga terjadinya penurunan produksi ikan di daerah Sulut, antara lain karena adanya kelangkaan BBM yang dipasok ke kapal penangkap ikan, minimnya pasokan listrik, kondisi cuaca buruk.

Kemudian musim migrasi ikan ke habitat asal, mekanisme pasar, hingga usia kapal penangkap ikan termasuk alat penangkap yang sudah kadaluarsa.(ann/jw)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading