Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Pemerintahan

BNPB : Indonesia Laboratorium Bencana

Tonny Sumakul   |   27 Maret 2012 – 22:36 WITA
Syamsul Maarif

Kepala BNPB, Syamsul Maarif

MANADO (manadotoday.com) – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Syamsul Maarif, mengatakan, bahwa banyak Negara-negara di dunia, menyebut Indonesia sebagai laboratorium bencana. Pasalnya, selain memiliki keanekaragaman kekayanaan yang melimpah, Indonesia juga diberikan anugerah sebagai Negara dengan melimpah yang bencana.
“Ya, Indonesia disebut oleh Negara lain sebagai laboratorium bencana. Bencana itu terjadi, akibat alam dan non alam, yakni ulah manusia,” kata Maarif, saat kunjungan kerja di Manado, Selasa (27/3).
Menurutnya, julukan yang diberikan kepada bangsa Indonesia itu, bukanlah sebuah pujian. Itu lebih merupakan “cambuk” untuk kita berkomitmen meningkatkan kapasitas BPBD, BPBD Provinsi dan BPBD Kabupaten/Kota.
Dijelaskan Maarif, dalam rangka meningkatkan kapasitas BPBD di Sulut, pihaknya di tahun 2011 lalu, telah banyak melakukan sejumlah upaya, contohnya dengan melakukan kegiatan ARF-DIREx yang diikuti 27 Negara. Selain itu, penguatan kelembagaan BPBD Sulut sebesar Rp. 1,17 M, untuk sosialisasi PRB, penyusunan rencana kontijensi, gladi posko dan gladi lapangsebesar Rp. 869,6 juta. Sementara untuk pemberdayaan masyarakat, dananya sekitar Rp. 302 juta, dan juga dana tanggap darurat bencana di sulut sebesar Rp. 1,39 M.
Kata dia lagi, di tahun 2012 ini, BNPB sudah menyerahkan Rp. 2,4 M untuk penanganan siaga darurat, atas erupsi gunung Lokon dan Karangetang.
“Itu termasuk bansos sebesar Rp. 36,1 M, dimana dibagi untuk Kabupaten Talaud Rp. 12,7 M, Minahasa Tenggara Rp.11,5 M, Minahasa Rp. 9,89 M, dan untuk Pemprov Sulut sebesar Rp. 1,97 M. sementara untuk dana logistik dan peralatan , total bantuan Rp. 12,7 M diberikan untuk sulut, mobil dapur lapangan 4 unit, mobil rescue komando 2 unit, mobil rescue 6 unit, motor trail 28 unit, juga berbagai komunikasi, logistik dan peralatan lainnya sebanyak 36 unit,” terang Maarif.
Ditambahkannya, bantuan itu diserahkan, gunanya untuk mempermudah BPBD provinsi Sulut, dalam mengirimkan laporan kejadian bencana besar secara riil-time ke BNPB.
“Akan juga diserahkan mobil komunikasi dengan menggunakan akses satelit, supaya Gubernur atau Kepala BPBD, dapat melakukan teleconverence langsung dengan posko BNPB di Jakarta, secara komprehensif,” ungkap Maarif. (ton)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading