Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Ekonomi dan Keuangan

BPS : Pengucapan Syukur Picu Penurunan NTP di Sulut

Staff Manado Today   |   2 Agustus 2011 – 15:45 WITA

Manado Today – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut memperkirakan, tradisi pengucapan syukur yang ditandai meningkatnya konsumsi masyarakat termasuk petani, menjadi pemicu penurunan nilai tukar petani (NTP) Sulawesi Utara (Sulut) sebesar 0,72 persen.

“NTP Sulut mengalami penurunan 0,72 persen menjadi 103,11 persen pada Juli 2011 dibanding angka indeks Juni 2011 yang masih mencapai 103,86 persen, ini karena kenaikan tingkat konsumsi petani yang tidak sebanding dengan peneriman atau produksi,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Dantes Simbolon di Manado.

Turunnya NTP semua sektor di Sulut, kata Dantes, pada umumnya disebabkan peningkatan konsumsi rumah tangga petani terhadap semua kebutuhan bahan makanan, yakni mencapai 2,32 persen, dengan angka indeks 145,11 di bulan Juni menjadi 148,47 pada Juli tahun ini.

Sementara pada sisi lain, indeks yang diterima atau penghasilan petani selama Juli 2011 terjadi perlambatan sebesar 0,29 persen tergambar pada angka indek meningkat menjadi 134,18 dibandingkan sebelumnya 133,79.

Penurunan angka indeks, kata Dantes, terjadi pada semua subsektor pengukur NTP, yakni tanaman pangan, holtikultura, perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Dantes Simbolon di Manado.

Dantes mengatakan, penurunan tertinggi terjadi pada NTP tanaman holtikultura sebesar 1,41 persen sehingga angka indeksnya turun menjadi hanya 98,88, pada indeks bulan lalu masih sebesar 100,29.

“Angka indeks 98,88 persen berarti pendapatan yang diterima petani tidak sebanding lagi dengan pengeluaran, ini harus menjadi perhatian serius pemerintah,” kata Dantes.

Penurunan tertinggi kedua, NTP sektor petani peternakan yang sebelumnya masih mencapai angka indeks 102,38 namun pada Juli 2011 melorot ke posisi 101,26 atau turun 1,10 persen, sementara NTP perkebunan rakyat turun 0,90 persen sehingga angka indeksnya tercatat hanya 111,26 dibanding bulan sebelumnya 112,27.

Kondisi serupa terjadi pada petani yang memproduksi bahan kebutuhan pokok utama masyarakat atau tanaman pangan, NTP mereka tercatat mengalami penurunan 0,44 persen menjadi hanya 103,44 dibanding angka indeks sebelumnya 103,89.

Sementara kondisi nelayan, kata Dantes semakin terpuruk, karena pengukuran NTP pada Juli 2011 hanya tercatat indeks 96,51, turun sebesar 0,13 persen dibandingkan Juni 2011 yang masih mencapai 96,64.

“Dengan demikian dapat dikatakan, petani tanaman holtikultura dan perikanan tidak sejahtera, karena penghasilan yang mereka terima tidak mampu menutupi semua biaya yang dikeluarkan petani,” kata Dantes. (ann/jw)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading