Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Minahasa Selatan

Bulog Ganti Satu Ton Raskin di Minsel

Redaksi Manado Today   |   29 April 2011 – 08:15 WITA

Perum Bulog Divisi Regional Sulawesi Utara mengganti satu ton beras untuk warga miskin yang rusak dengan beras yang kondisinya baik, yang disalurkan kepada masyarakat Kabupaten Minahasa Selatan.
“Beras tersebut kualitasnya jelek, dan Bulog sudah mengganti semuanya. Bulog minta maaf kepada masyarakat karena ada beras yang tidak baik,” kata Kepala Perum Bulog Divre Sulut Haryo Bawono di Manado.
Ia mengatakan guna menjamin beras yang diterima masyarakat dalam kondisi baik, maka diharapkan pejabat di desa ataupun kelurahan penerima raskin agar memeriksa terlebih dulu beras yang diterima, bila rusak ataupun kualitas jelek supaya langsung dikembalikan.
“Bulog memang menerapkan prinsip penyimpanan yang mengikuti standar, tetapi dalam kondisi cuaca saat ini yang sering turun hujan, maka sulit menjamin bahwa semua beras yang ada di stok dalam kondisi baik,” kata Haryo.
Penyimpanan stok diupayakan tetap terjaga sesuai kemampuan petugas, tetapi faktor alam sering menggangu, karena itu masyarakat penerima beras agar proaktif, bila menemukan beras berulat ataupun rusak lainnya, supaya dilaporkan, karena akan segera diganti.
“Bulog akan mengganti berapa ton pun beras yang dilaporkan rusak, sebab menjadi kewajiban Bulog menjamin raskin dalam kondisi baik ketika diterima masyarakat penerima manfaat,” kata Haryo.
Selain kemungkinan kerusakan di gudang, Haryo mengatakan, beras bisa saja rusak saat diangkut dengan kendaraan ke lokasi penerima, terutama bila jarak tempuh cukup jauh.
“Beras bisa menjadi basah, dan ini sangat berpotensi beras tersebut terserang ulat, ini yang harus diperhitungkan pula,” kata Haryo.
Karena itu akan sangat baik, kata Haryo bila semua pihak yang terlibat dalam penyaluran raskin termasuk pemerintah daerah setempat, turut mengawasi beras yang disalurkan.
“Bukan hanya para masyarakat penerima manfaat saja yang perlu mengawasi tetapi juga aparat di desa supaya melaporkan bila ada beras sudah rusak tetapi masih disalurkan ke masyarakat,” kata Haryo.
Dalam penyaluran beras raskin pada April 2011 di Provinsi Sulut ditemukan beras berulat. Beras tersebut tersalur di Kabupaten Minahasa Selatan, sehingga masyarakat setempat menolaknya, tidak mau menerima beras yang berulat itu. (ann/jwt)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading