Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Nusa Utara

Bupati Sangihe Jadi Pembicara Seminar Tuna Internasional

Ardi Kalumata   |   4 September 2012 – 20:50 WITA
BUpati Sangihe

Bupati Sangihe HR Makagansa

TAHUNA, (manadotoday.com) – Bupati Sangihe, Drs HR Makagansa MSi tampil menjadi pembicara pada seminar Tuna Internasional yang digelar tanggal 3 hingga 4 September 2012 di Jakarta. Deminkian dikemukakan Kepala Dinas Kelautan Perikanan Sangihe, Ir Felix Gaghaube MSi kepada manadotoday Selasa (4/9/2012).

Menurut Gaghaube, seminar Tuna Internasional yang dilaksanakan di Jakarta itu dihadiri oleh sembilan gubernur di Indonesia serta sejumlah pengusaha ikan tuna dari luar negeri.“Pak bupati akan menyampaikan potensi perikanan yang ada di perairan Kabupaten Kepulauan Sangihe, khususnya ikan tuna dimana bisa memproduksi 5166 ton tuna setiap tahunnya. Olehnya, melalui hajatan yang sangat penting ini, akan menjadi sebuah ajang promosi secara langsung menyangkut potensi ikan tuna yang ada di perairan Sangihe,” ujar Gaghaube, seraya menambahkan bahwa seminar Tuna Intenasional tersebut dilaksanakan oleh pihak Kementrian Pembangunan Derah Tertinggal (PDT). Olehnya, tambah Gaghaube tampilnya Bupati Sangihe sebagai salah satu pemateri pada hajatan tersebut, akan membuka peluang investasi secara nasional maupun internasional dalam mengembangkan potensi sumber daya laut (SDA) khususnya ikan tuna yang merupakan salah satu kekayaan laut yang dimiliki Kabupaten Sangihe, termasuk penyampaian secara langsung pemerintah daerah kepada pemerintah pusat, dimana selama ini sekitar 85 persen hasil tangkapan ikan tuna dari perairan sangihe diperjual belikan di tengah laut secara ilegal daerah. (nal)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

One Response »

  • maklon kasongkahe mengatakan:

    Pak, bukan di perjual belikan di tengah laut yang ilegal tetapi pemerintah tidak punya wadah untuk menampung hasil tangkapan nelayan tradisional, srhingga mereka juga langsung menjual ke pembeli, di kecamatan tamako sebagiab bisa jual ke Bitung dan sebagian jual ke Dagho kepada tengkulak (penampung) dengan harga yang tak menentu kadang harganya turun dengan alasan bahwa dari Pabrik di bitung lg turun Nelayan mau bilang apa???Nah seharusnya kalau memang peran perentah untuk membantu nelayan cobalah di buatkan POM Bensin di Pingir Pantai Kec Tamako lalu Koperasi yang bisa membeli hasil tangkapan nelayan jadi kami sebagai nelayan kan nyanda pusing*pusing lagi.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading