Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Cerpen & Puisi

Cerpen : Sir Calvin, I Love You

Staff Manado Today   |   24 Juli 2011 – 11:47 WITA
Christin Linelejan

Cerpen ini hasil karya : Christin Linelejan

Kicau burung menambah semarak di pagi bulan juli. Pagi itu kampus sudah pada rame, kami mahasiswa semester 7 jurusan sastra kuliah tepat jam 08.00 pagi.
“Hei…hei…hei…cepatan, sudah telat nih.
Aku berkata pada Vita, sobat kentalku, yang baru saja turun dari angkot kampus.

Aku berlari menuju gedung A lantai 3. Bah…untunglah dosennya masih memberikan dispensasi 10 menit buat mahasiwa yang terlambat. Hm…akhirnya aku sama Vita masih bisa ikut kuliah “Cross Cultural Understanding” pagi itu.
Ketika kuliah usai, aku ditugaskan untuk mengantar absen di ruangan dosen, maklum aku sekretaris kelas.

“Vit, temani aku yuk…”
“Kemana?…
“Ruangan dosen, bawa absen”
“Ayo….
Kami pun menuju lantai 2 ruangan B.
Tiba diruang dosen, mataku tertuju di sudut ruangan, suit…suit…ada seorang cowok keren disitu.
“Vit ada cowo macho tuh…”
“Mana…?
“Tuh yang duduk dekat meja sudut ruangan…”
“Yah ampun Chelin, kamu ketinggalan info deh kayaknya, dia itu Sir Calvin, dosen kita juga, baru saja selesai S3 di Australia.”
“Hah…? Doktor.? Masih mudah banget yah….”
“Ya iyalah, usianya baru 29 tahun. Hei…kenapa? Kamu naksir dia ya??
“Apa-apaan sih..? Aku kan cuman nanya. Lagian yang seperti itu bukan tipe aku kok…”
“Eit…! Hati-hati, jatuh cinta benaran tau rasa kamu”… Hehehe…
“Sudah ah…! Yuk kita taruh absennya di meja Mam Lena, ingat kita masih ada rapat BEM.”

Setelah mengantar absen, kami menuju lantai 1 di ruangan khusus Badan Eksekutif Mahasiswa, aku dan Vita adalah anggota dari organisasi ini. Dan kami lagi gencar-gencarnya mencari dana buat kegiatan Nasional pertemuan mahasiswa BEM se-Indonesia.
“Chelin, sebentar kamu jalankan proposal ya sama dosen-dosen” Kak Billy, Ketua Bem berkata sambil menyodorkan proposal kepadaku.
“Kok harus aku sih Kak?”
“Ayolah Chel, kamu kan biasa paling jago dalam pencarian dana, eh…talenta itu digunakan lho, jangan disimpan sendiri, mubasir nantinya” hahaha…
“Yah okay deh, tapi Kak Billy temanin Chelin yah…”
“Lho, masa’ sih Kakak juga harus ikut?”
“Yah, udah kalau ngga mau, Chelin juga ngga mau deh”
“Okay deh, okay nona bawel.”

Proposal pun dijalankan, aku dan Billy sama-sama ke ruangan dosen untuk penggalangan dana. Terpaksa aku harus memasang muka tebal waktu menghadap dosen-dosenku (memangnya badak, bemuka tebal…hehehe).
Puji Tuhan, karena dosen-dosen menyambut positif kegiatan ini.
“Chelin, coba tuh dekatin Sir Calvin, dia baik kok.” kata Kak Billy sambil menunjuk Sir Calvin.”
“Maksud Kak Billy doktor muda itu.?”
“Yup, gimana berani ngga?”
“Bah, berani dong…”
Dengan penuh percaya diri aku mendekatinya.
“Permisi Sir…” kataku dengan suara yang kubuat semanis-manisnya…(ya maklumlah, jurus dalam pencarian dana).
“Ya, ada yang bisa aku bantu?” Dia bertanya sambil menatap mataku.
Astaga…tatapannya, kok aku jadi dag…dig… dug ya…
“Um…anu Sir, kami dari BEM lagi cari dana buat pertemuan mahasiswa BEM se-Indonesia.”
“Oh yeah, memang Manado ya pelaksana tahun ini..?
“Iya Sir, dan penyelenggaranya Universitas kita.”
“Oh begitu. By the way, nama kamu siapa dan semester berapa.?”
Ale mak…ini dosen, kok malah nanya namaku sih? Seperti wawancara aja. (gerutuku dalam hati)
“Namu Chelin, Sir. Sem 7″
“Wah, sudah hampir selesai dong, sudah seminar proposal penelitian..?
“Belum Sir, kan masih juga sementara kuliah.”
“Yah ngga apa-apa, kan sudah dapat mata kuliah Metodologi Penelitian.”
“Sudah Sir, maunya sih gitu.”
“Yah sudah, yang penting sudah buat proposal penelitian kan? Cepatan maju seminar, biar cepat sarjana.” Sambil mengakhiri wawancaranya Sir Calvin mengeluarkan sejumlah uang dan untuk disumbangkan pada kegiatan kami.
“Tulis nama lengkapnya Sir…”
“Sudah, ngga perlu..”
“Lho, lalu ditulis nama siapa dong..?
“Terserah, tulis aja nama kamu. Yah sudah, aku mau mengajar.” Sir Calvin berkata sambil berlalu.

Wuihh…baru kali ini aku jalankan proposal, diwawancarai dulu baru dapat dananya…weleh…weleh… T.T. Aku pun mendekati Kak Billy yang cengar-cengir di luar ruangan.
“Ka’…aku berhasil nih…lumayan lho sumbangan dari Sir Calvin.” Kataku dengan bangga.
“Yah baguslah.Tapi itu kan cuma jalanin proposal, kalau menggaet dia berani ngga?” Kak  Billy berkata sambil tersenyum nakal.
Praannggg…telingaku panas mendengarnya.
“Apaan sih Kak…??”
“Gimana, berani ngga”?
Darahku mendidih mendengar kata-katanya.
“Okay, kalau aku bisa, apa taruhannya..?
“Kakak pinjamin proposal seminar, plus belikan kaset Harry Potter, gimana…?”
“Okay, setuju…!”
Busyeett…memangnya aku ngga berani karena dia seorang dosen? Enak aja…
Dikalangan teman-teman aku memang di kenal paling mudah “menaklukkan” cowok. Padahal wajahku biasa-biasa aja, tapi kata teman-teman, aku yang pintar, wajahku yang ceria, tingkahku yang kocak, serta aku yang mudah tersenyum, itulah yang membuat setiap orang suka padaku. “cuma orang bodoh aja yang ngga mau sama kamu.” Itulah kata teman-teman. Hm…kali ini mereka tantang aku untuk menaklukkan Sir Calvin. Teman-teman senang mendengar tantangan ini.
“Kalau bisa taklukkan dia, itu baru namanya hebat…” Vita berkata sambil menjulurkan lidahnya…
“Awas kamu Vit, akan aku buktikan bahwa Sir Calvin akan bertekuk lutut di hadapanku.”
Aku mulai PDKT dengan Sir Calvin, dengan berbagai alasan aku buat supaya bisa selalu bertemu dengannya, dan tentu saja, alasan membuat proposal seminar menjadi andalanku.
“Sir, bantuin Chelin dong dalam penulisan proposal.”
“Lho kamu kan punya pembimbing sendiri, memangnya siapa dosen pembimbing kamu”?
“Prof Sembiring Sir, kan lagi di Jogja.”
“Oh iya, memang Prof lagi di Jogja dan mungkin agak lama beliau di sana, yah sudah aku bakalan bantu kamu.”
Yess…! Kataku dalam hati. Selama penulisan proposal, aku banyak mengenal Sir Calvin, orang tuanya, saudara-saudaranya, bahkan perjalanan studinya. Dan pada akhirnya, pas proposal seminarku sudah rampung dan aku siap maju seminar, Sir Calvin pun menyatakan perasaanya padaku.
Bravo….! Kutahu yang kumau…! Hahaha..

Kak Billy dan teman-teman senang mendengarnya, mereka angkat jempol padaku.
Tapi parahnya aku benar-benar jatuh cinta pada Sir Calvin, hebat juga, aku yang bisa sampai jatuh cinta padanya.
Aku jadi cemburu kalau melihat Sir Calvin akrab dengan mahasiswa cewek. Huff….
“Cie..cie yang lagi jatuh cinta.”
“Diam kamu Vit, atau kusumbat mulutmu.”
“Tahu rasa nih, jatuh cinta benaran.” Vita berkata sambil menjulurkan lidahnya.
Aku terus uring-uringan hingga suatu kali Sir Calvin mengajakku jalan.
“Chel, kenapa sih, akhir-akhir ini kamu jutek sama aku?”
“Ngga kok…”
“Don’t tell a lie sweet heart. Please tell me the truth. What happen with you? Kalau cemberut terus wajah imut kamu rusak lho.” kata Sir Calvin sambil mencubit pipiku.
“Um…Sir benar ngga sih cinta sama Chelin?”
“Kenapa kamu tanya seperti itu?”
“Sir itu kan seorang doktor, ganteng, pintar, baik lagi. Pasti banyak cewek yang suka.”
“Yah ampun, jadi selama ini, itu yang buat kamu jutek padaku?? Hahaha…dengar dearling, seperti yang aku katakan pada awal aku menyatakan perasaanku padamu, aku sudah dewasa, dan aku mencari seorang perempuan untuk menjadi istriku, dan perempuan itu adalah kamu.”
Aku lega mendengar kata-katanya.
“Thanks a lot Sir.”
“Kamu boleh yakin dengan ucapanku, karena dalam waktu dekat ini aku akan segera melamarmu, dan selesai wisudamu, kita akan segera menikah, setuju?” katanya sambil tersenyum.
“Aku mengangguk dengan pasti.”
Senangnya… I love you darling…

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading