Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Manado

Dekot Manado Curigai Penimbunan BBM

Staff Manado Today   |   16 Juli 2011 – 14:27 WITA

Manado Today – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado mempertanyakan kekurangan jatah premium di Satuan Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Manado sebanyak 8.000 liter setiap hari, karena takut terjadi penimbunan.

“Hal ini harus ditelusuri sebab selama ini semua SPBU selalu melakukan pembayaran dimuka setelah itu baru BBM dikirimkan dari depo, jika ada kekurangan ini indikasi ada pemotongan jatah yang dilakukan Pertamina,” kata anggota komisi B DPRD Manado, Sony Lela, di Manado.

Lela mengatakan jika memang pengurangan yang dilakukan Pertamina, maka pemerintah maupun DPRD harus diberitahu apa alasannya supaya dimengerti.

“Kami ingin tahu kenapa ada pemotongan, agar kami bisa mengambil langkah-langkah tepat dalam menangani masalah kelangkaan bahan bakar minyak seperti saat ini,” katanya.

Ia mengingatkan dalam satu hari ada 96.000 liter premium yang tidak disalurkan ke SPBU atau 2.880.000 liter dalam satu bulan.

Dia mengharapkan jangan sampai terjadi penimbunanan bahan bakar oleh SPBU, karena mereka tidak menuntut kepada Pertamina padahal sudah membayar tunai dan hanya diberikan separuh dari yang sudah dibayarkan.

“Kami akan menggelar rapat dengar pendapat dan mengundang pertamina untuk menjelaskan mengenai hal ini, sebab bahan bakar ini sangat dibutuhkan masyarakat sehingga tidak boleh ada masalah seperti ini,” kata Lela.

Sementara Kepala Bagian Perekonomian Pemerintah Kota Manado, Pingkan Sinjal mengatakan pemerintah juga akan mempertanyakan hal kepada Pertamina, sebab sudah menyebabkan masalah di kota ini dengan terjadinya antrian panjang di seluruh SPBU.

“Untuk itu kami akan menggelar rapat awal pekan depan dan mengundang pertamina Manado mempertanyakan hal ini, supaya ada kejelasan kenapa sampai terjadi hal ini, jadi kita bisa membuat langkah-langkah penanggulangan,” kata Sinjal.

Ia mengatakan walaupun ini adalah kewenangan pemerintah pusat, tetapi Kota Manado akan tetap melakukan langkah-langkah koordinasi sebab ini berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, jangan sampai ada hal-hal yang sengaja disembunyikan oleh pertamina dan menyebabkan keresahan di masyarakat.

Pantauan di 12 SPBU yang ada di Manado tetap terjadi antrian panjang roda empat dan roda dua sampai setengah Kilometer karena warga berebut hendak membeli premium. Antrian sejak pagi hingga sore hari ini menyebabkan kemacetan di Manado.

“Yang membeli Pertamax hanya sedikit padahal hanya bahan bakar jenis itu yang selalu tersedia dalam jumlah banyak dan tak dikurangi jatahnya setiap hari, kalau yang lain habis tidak tersedia,” kata Boy Salainti pengawas SPBU Kairagi. (ann/jwt)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading