Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Manado

Dekot Manado Desak Kinerja BLH Dievaluasi

Aldi Mawitjere   |   2 Mei 2012 – 11:52 WITA
BLH Manado

Johsua Pangkerego MAP

MANADO, (manadotoday.com) – Rekomendasi lingkungan yang dikeluarkan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Manado, terus terjadi polemik. Buktinya, banyak persoalan timbul akhir-akhir ini hanya karena rekomendasi BLH itu sendiri. Demikian  dikatakan Wakil Ketua Komisi C Dekot Manado, Aruji Rajab. Dia pertanyakan kinerja kepala BLH Manado yang terkesan ada pembiaran akan aktifitas penimbunan tanah di DAS Tondano. “Kita pertanyakan soal penimbunan di DAS Tondano itu, karena jelas telah mencemari sungai tersebut. Selain itu penimbunan diduga tidak memiliki ijin, kalau pun ada ijin jelas menyalahi aturan lingkungan hidup. Pertama sedimen tanah telah mencemari sungai, keberadaan sendimen tanah itu tidak jelas peruntukan untuk apa. Kan, ada garis sepadan sungai yang tidak bisa ada aktifitas termasuk penimbunan tanah,”ujar Rajab.

Tak pelak, Rajab pun miminta agar Walikota segera melakukan evaluasi terhadap kinerja BLH Manado itu. Pasalnya, bukan baru satu dua kasus yang terjadi yang bisa mencemarkan lingkungan. Bahkan diduga terkesan dibiarkan BLH Manado.

“Tidak sedikit persoalan lingkungan yang timbul akhir-akhir ini. Bahkan BLH seolah hanya lempar bolah ke SKPD lainnya. Padahal Walikota GS Vicky Lumentut, Wakil Walikota  Herley Mangindaan dan Sekretaris Kota Haefrey Sendoh serta para asisten tak henti-hentinya mengingatkan agar rekomensi yang dikeluarkan harus memiliki kajian lingkungan dan dikoordinasikan antara instansi teknis. Jadi ada baiknya kinerja BLH Manado dievaluasi,”tukas Rajab.

Rajab pun mencotohkan beberapa kasus seperti limbah MGP, bangunan disamping jembatan Kairagi dan tertimbunya fasilitas aliran air sepanjang jalan ringroad dengan tanah, polemik IPAL RS Siloam, bentang alam dan lainnya.

Sementara itu, Kapala BLH Johsua Pangkerego begitu dikonfirmasi hanya berlindung pada aturan UPL/UKL. Meski disatu sisi tidak sesuai dengan realita dilapangan.

“Kita tetap mengacu pada aturan dan mekanisme yang ada. Yang jelas kita tatap mengacu pada UKL/UPL,”ujarnya.(ald)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading