Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Berita Pilihan, Headline, Minahasa Selatan

Demo di Kantor Bupati Minsel Berakhir Anarkis

David Masengi   |   20 September 2012 – 21:42 WITA

Polisi Terpaksa Gunakan Gas Airmata

Polres Minsel tembakan Gas Air Mata

Pihak Polres Minsel saat menembakkan Gas Air Mata kearah pendemo

AMURANG, (manadotoday.com) -Demonstrasi Aliansi Reformasi Masyaralat Minsel (ARMM) menentang kebijakan Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu dan Sekda MC Kairupan di Kantor Bupati Minsel, Kamis (20/9/2012) siang tadi berakhir anarkis.

Demo yang awalnya sudah memanas ketika para pendemo memasuki kantor Bupati Minsel berujung kericuhan dikarenakan, saat para pendemo hendak keluar dari kantor Bupati tiba-tiba Satpol PP Minsel yang berjaga di depan kantor Bupati Minsel di kejutkan dengan adanya pelemparan batu dari para pengunjuk rasa.

Spontan saja Satpol PP yang dilengkapi tameng dan pentungan langsung melakukan perlawanan dengan cara melompat pagar mengejar oknum pelempar batu tersebut.

Tidak terima rekan pendemo di kejar satpol PP, para pendemo juga langsung melakukan perlawanan sehingga perkelahianpun tak terhindarkan.

Melihat kejadian yang mulai anarkis pihak Polres Minsel yang berjaga-jaga langsung melerai dengan membuang beberapa kali tembakan peringatan.

Namun bukannya mereda setelah mendengar suara tembakan yang di lepaskan Polisi hingga beberapa kali, para pengunjuk rasa lebih beringas melakukan perlawanan, akibatnya salah seorang oknum polisi harus bermandikan darah yang di hantam oleh pengunjuk rasa dengan batu.

Polres Minsel berhasil mengamankan dua pengunjuk rasa yang melakukan pemukulan terhadap oknum polisi tersebut.

Melihat situasi yang sudah tidak dapat di kendalikan lagi, polisi langsung melepaskan tembakan gas air mata untuk membubarkan para pengunjuk rasa. Namun, sejumlah wartawan yang meliput aksi tersebut juga terkena gas air mata.

Salah seorang wartawan yang berada sekitar titik sasaran tembakan gas air mata mengaku merasa perih pada bagian mata dan sakit di tenggorakannya, bahkan sempat terjatuh karena tidak mampu berjalan.

“Saya berada di dekat sekali saat petugas melepaskan tembakan gasnya, dan mata saya juga terkena gas air mata. Saya sempat berjalan, tapi tidak kuat dan akhirnya terjatuh karena lemas serta perih di mata,” ujar Victor Rantumbanua dan Servi Maradia.

Mereka juga mengaku sangat menyesali tindakan petugas yang melakukan tembakan senjatanya bukan mengarah ke atas tetapi langsung kearah badan.

“Harusnya para Polisi menembakkan gas air mata melihat arah angin, ” ketus keduanya..(dav)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading