Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Nusa Utara

Di RSUD Liunkendage Tahuna, Pendonor Darah Wajib Bayar?

Redaksi Manado Today   |   10 April 2012 – 20:01 WITA

TAHUNA (Manadotoday.com) – Kebijakan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Liunkendage Tahuna yang mewajibkan bagi para pendonor untuk membayar ke Unit Transfusi rumah sakit tersebut memunculkan reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat di daerah ini.

Mereka menilai, kebijakan pihak rumah sakit yang mewajibkan bagi para pendonor darah menyetor uang hingga mencapai Rp 250 ribu itu adalah sebuah bentuk penyengsaraan kepada masyarakat kecil. “Kebijakan pihak RSUD Liunkendage Tahuna itu adalah sebuah bentuk penyengsaraan terhadap masyarakat.

Bayangkan saja, orang yang mendonorkan darahnya untuk membantu keluarganya justeru dimintai uang. Aturan macam apa itu. Kami minta kepada Bupati dan Wakil Bupati untuk menyikapi persoalan tersebut,” tukas Johny Rompas, tokoh masyarakat Sangihe, kepada manadotoday Selasa (10/4/2012).

Sementara itu, Direktur RSUD Liunkendage Tahuna, dr Handry Pasandaran SE ketika dikonfirmasi mengatakan, bahwa penggunaan darah hasil donor dari orang lain atau dari keluarga pasien sendiri punya standar prosedurnya sebelum diberikan kepada pasien yang membutuhkan donor danah, dimana darah tersebut harus melalui uji laboratorium terlebih dahulu, untuk memastikan apakah darah yang akan diberikan kepada pasien itu mengandung virus atau tidak.

“Pemberian donor darah kepada pasien harus melalui proses uji laboratorium. Selain golongannya, darah itu juga akan diuji untuk memastikan apakah darah itu bebas dari penyakit, seperti virus HIV, malaria bahkan penyakit lainya. Nah, stadar prosudur itu berlaku di seluruh rumah sakit yang ada di dunia. Menyangkut pembayaran sebesar Rp 250 ribu dari pendonor itu, hanya diberlakukan bagi pihak keluarga pasien yang membutuhkan donor darah, dimana dana itu untuk membayar jasa petugas laboratorium dan sebagiannya disetor ke kas daerah,” ujar Pasandaran, seraya menambahkan bahwa hal itu diatur dalam Perda.

Namun dirinya tidak menyebutkan Perda nomor berapa dan tahun berapa yang mengatur kewajiban para pendonor untuk membayar ke pihak rumah sakit, meski darah itu dalam bentuk sumbangan. (nal)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading