Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Bitung

Diduga Karena Dirikan SBSI, Karyawan PT BMB di PHK

Aldy Monareh   |   10 Februari 2012 – 08:36 WITA

Walukow : Kontraknya Telah Habis November 2011
Bitung, (manadotoday.com) – Diduga hanya karena hendak mendirikan Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) di dalam perusahaan akhirnya Sodikin Abdulatif alias Riken di pecat oleh PT Bintang Mandiri Bersaudara yang berlokasi di Aertembaga dari pekerjaannya pada November tahun 2011, setelah selama setahun bekerja. Sementara kejadian ini diakui Riken, baru dilaporkan ke Disnaker pada akhir pekan lalu.
Dari pengakuan Riken bahwa awal mulanya Ia dikeluarkan oleh pihak perusahaan karena Ia telah mendirikan SBSI di dalam perusahaan tersebut, yang kini sudah beranggotakan sekitar 40 orang.
”Awalnya salah satu anggota SBSI Kaseno yang bekerja dibidang prosesing menanyakan upah lembur kepada Kepala kerja bagian prosesing Novry Waluyan, kenapa sangat minim, apalagi jika hari Minggu hanya diberi Rp 15 Ribu,” ungkapnya.
Menanggapi hal itu Kepala Prosesing malah menyalahkan saya sebagai ketua SBSI. Katanya jika ia terpojokan karena masalah ini, orang yang bertanggung jawab adalah dirinya, bahkan Ia mengancam tidak akan segan-segan menghabisi dirinya (Riken).
”Ini sudah berkali-kali ia sampaikan,” ujar Riken yang mengaku bekerja di PT BMB sebagai pembantu operator mesin pendingin di perusahaan Ikan ini.
Ironisnya kata Riken setelah dirinya di PHK pada 14 November 2011 lalu , ia tidak di beri pesangon atau tidak menerima sepeserpun.
”Awalnya saya menolak diberhentikan, dan bersikeras masuk kerja, Namun pemilik perusahaan mengatakan bahwa ia tidak mau lagi dirinya melihat Riken di lokasi perusahaan,” ucapnya.
Sementara itu Direktur PT Bintang Mandiri Bersaudara, Rudy Walukou ketika dikonfirmasi manadotoday terkait masalah ini mengakui bahwa pihaknya telah mengeluarkan Riken dari perusahaannya.
”Saya sendiri yang mengeluarkan Ia dari perusahaan. Sebab dirinya hanya sebagai tenaga kontrak di PT BMB selama 1 tahun. Dan atas pertimbangan kinerja kontraknya tidak diperpanjang,” terang Walukou.
Menyoal masalah Ia mendirikan SBSI, Walukou menyatakan bahwa ia juga sudah menyalahi aturan, sebab di dalam perusahaan itu ada SBSI, yang dikhawatirkan jika dibiarkan akan menimbulkan gesekan yang berimbas pada kenyamanan pekerja.
”Dia (Riken, red) terkesan ingin berlindung di SBSI agar tetap bekerja. Tapi hak perusahaan untuk tidak memperpanjang kontraknya, apalagi kinerjanya tidak maksimal, ” tuturnya sembari menambahkan apa yang Riken, sampaikan semuanya tidak benar dan hanya mengada-ada, termasuk diancam akan dibunuh.
Untuk hak-hak Riken, seperti pesangon yang sesuai aturan selama bekerja setahun, pesangonnya sebulan gaji sudah dibayarkan setelah di potong kasbon di PT BMB.
”Administrasinya mulai dari pembayaran pesangon, gaji selama sethaun, dan lembur, sudah disampaikan ke Disnaker,” ujarnya.
Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bitung, Xaverius Danes melalui Kabid Pengawasan ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa PT BMB sudah menyerahkan administrasi terkait di PHK sodiki Abdulatif alias Riken.
”Administrasi pembayaran lembur dan Pesangon sudah diberikan pihak perusahaan dan saat ini sementara di proses,” singkatnya. (lou)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading