Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Ekonomi dan Keuangan

Dilematis, Harga Cengkih Naik saat Stok di Petani Habis

Redaksi Manado Today   |   26 Mei 2011 – 15:30 WITA

Manado Today – Sejumlah petani cengkih di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengaku terpukul dengan kenaikan harga cengkih yang sangat tajam justru ketika stok di tangan sudah habis.

“Harga cengkih pekan ini sudah menyentuh Rp110 ribu/Kg, naik lebih dari dua kali lipat dibanding saat panen raya 2010 yang hanya di kisaran Rp50 ribu/Kg,” kata Wem Paat, petani cengkih di Kecamatan Tombulu, Minahasa.

Wem mengaku terpukul karena harga justru naik di saat sebagian besar petani cengkih sudah menjual habis kepada pedagang pengumpul baik yang mengunjungi langsung di sentra petani maupun mereka yang menunggu pembeli di lokasi Kota Manado.

Para petani mengaku terpaksa menjual hasil panenannya beberapa saat setelah panen, karena tidak mau mengambil resiko harga tiba-tiba turun sebagaimana pengalaman tahun sebelumnya.

“Pengalaman tahun sebelumnya, di saat menyimpan stok cukup banyak, ternyata harga tak kunjung membaik, bahkan cenderung turun, tetapi tahun ini terjadi kondisi yang sangat berbeda,” kata Wem.

Albert Mokodongan, petani Minahasa lainnya mengaku kaget dengan pergerakan harga mengalami pergerakkan harga sangat cepat. “Bulan lalu harga baru di atas Rp90 ribu/Kg, tetapi memasuki akhir Mei 2011 terus bergerak bahkan mampu mencapai Rp110 ribu/Kg,” kata Albert.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Disperindag Sulut, Janny Rembet mengatakan, pergerakan harga cengkih terjadi begitu cepat karena dorongan permintaan yang tidak seimbang dengan suplai.

“Stok cengkih tersedia sangat sedikit, sementara kebutuhan terus meningkat, karena bukan hanya pabrik rokok besar, tetapi juga pengekspor serta pabrik kecil ikut-ikutan menyimpan stok cengkih,” kata Huji S, salah satu pembeli cengkih di daerah sentra Minahasa mengaku, semua pembeli ramai menyimpan stok karena tahun ini hampir pasti tidak ada panen cengkih, karena itu harga terus bergerak naik.

Capaian harga cengkih di kisaran Rp110 ribu/Kg, menurut catatan, merupakan harga tertinggi yang pernah dicapai komoditas unggulan masyarakat Sulut tersebut.

Dalam perkembangannya cengkih pernah mengalami masa suram di saat Badan Penyanggah Pemasaran Cengkih (BPPC) menjadi pembeli tunggal yakni kisaran Rp3 ribu hingga Rp4 ribu per Kg, tetapi ketika komoditas ini dilepas ke pasaran, maka harga langsung melonjak tajam.(ant/her)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading