Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Manado

Dinas Perhubungan tak Peka Fasilitas Pariwisata

Aldi Mawitjere   |   11 Januari 2012 – 17:41 WITA

Manado, MTC – Manado yang mengusung Kota ekowisata ternyata tak bisa diterjemahkan Dinas Perhubungan. Kenapa? Fasilitas pariwisata yakni Kalimas seakan hanya dipandang sebelah mata oleh Dinas tersebut. Padahal sehari-hari Dishub manarik uang retribusi, karena Kalimas dijadikan terminal penumpang yang akan menuju ke Pulau Bunaken.
Salah satu warga Manado, Rusli Suma ketika ditemui di kompleks Kalimas mengatakan, Dinas Perhubungan kota Manado jangan hanya diam saja dengan fasilitas yang sangat memprihatinkan.
“Pemerintah kota dalam hal ini Dinas Perhubungan Manado jangan hanya menarik uang retribusi yang ada di Terminal Kalimas, dan mengabaikan fasilitas umum,” tuturnya.
Menurut Suma, sudah setahun lebih fasilitas tersebut tidak pernah mendapat perhatian serius dari Dinas Perhubungan.
“Mau tunggu sampai kapan Pemerintah kota melalui instansi terkait akan memperbaiki fasilitas jembatan untuk terminal Bunaken yang ada di Kalimas,” ujarnya.
Dengan minimnya fasilitas yang ada di Kalimas, sangat berdampak terhadap turis mancanegara akan berkurang untuk mengunjungi Bunaken.
“Padahal hanya dengan permasalahan sepele (fasilitas jembatan), membuat turis yang jauh-jauh datang dari luar negeri untuk melihat Bunaken akan berkurang,” ucapnya lagi.
Lebih jauh dikatakannya, turis mancanegara yang ingin ke Bunaken ataupun pulang dari Bunaken kecewa dengan fasilitas yang diberikan oleh pemerintah kota.
Kepala Dinas Perhubungan kota Manado ketika dikonfirmasi mengatakan nantinya di tahun Anggaran 2012 ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk dapat memperbaiki sarana dan prasarana yang ada di dermaga Kalimas.
Seperti diketahui, fasilitas yang ada di Kalimas untuk Terminal ke pulau Bunaken ternyata sangat memprihatinkan. Para turis ketika pulang dari Bunaken saat sampai di Kalimas, mereka harus berjuang turun dari perahu. Mengikuti irama ombak yang menghantam perahu, sehingga para turis pun harus sedikit bersabar. Padahal waktu yang diperlukan untuk turun dari perahu tak lama, mereka harus menunggu sampai waktu yang tepat tiba sampai bisa turun. (ald)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading