Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Pemerintahan

Dinilai Merugikan Masyarakat, Disperindak Ancam Tertibkan Usaha Berkedok Undian

Staff Manado Today   |   29 April 2011 – 21:08 WITA

Manado Today – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Utara akan menertibkan usaha berkedok undian karena beberapa di antaranya terbukti merugikan masyarakat.“Kerja sama akan dilakukan dengan pihak kepolisian dan pemilik mal dan pusat belanja setempat guna penertiban usaha berkedok undian,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut, Sanny Parengkuan di Manado, Jumat.

Sanny mengatakan, ada sejumlah laporan konsumen yang masuk ke pihaknya, mereka mengaku dirugikan setelah pengelola usaha berkedok undian raib entah kemana setelah konsumen menyetor sejumlah uang.

Tim Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI ketika berkunjung di Manado, kata Sanny, sudah memberi arahan kepada pihaknya agar melakukan pengawasan lebih ketat kepada pelaku usaha undian tersebut.

“Disperindag sudah mengumpulkan bukti-bukti, dan ternyata usaha berkedok undian tersebut hanya menyewa beberapa saat kepada pengelola pusat belanja, setelah itu menghilang dan tidak tahu lagi keberadaan mereka,” kata Sanny.

Masyarakat diminta lebih waspada terhadap usaha berkedok undian yang makin marak, kalau barang yang dibeli belum diterima sebaiknya jangan menyetor uang terlebih dulu, karena dikhawatirkan menjadi korban penipuan.

Modus usaha berkedok undian, kata Sanny, didahului dengan menawarkan sejumlah barang khususnya peralatan rumah tangga dengan iming-iming mendapatkan potongan harga hingga lima puluh persen jika beruntung dalam undian.

Guna memuluskan usaha mereka, kata Sanny, maka masyarakat yang ingin mendapatkan barang dengan harga murah tersebut diharuskan menyetorkan sejumlah uang tertentu tetapi barang yang diingini belum diserahkan, setelah itu dibuatkan kontrak kerja sama.

“Kontrak kerja sama inilah yang digunakan para pengelola usaha undian tersebut guna meyakinkan konsumen dan masyarakat luas bahwa kegiatan mereka benar adanya,” kata Sanny.

Dalam kontrak tersebut di antaranya sudah disebutkan potongan harga hingga 50 persen akan diberikan kepada konsumen yang beruntung dalam undian nanti untuk mendapatkan produk yang dibeli.

Kenyataan yang terjadi, banyak konsumen sudah menyetorkan uang tertentu, tetapi penyerahan barang sebagaimana yang dijanjikan tidak kunjung dilakukan.

“Pengelola pusat belanja dan mal agar jangan asal menerima sewa, tetapi hendaknya mempertimbangkan dampak bagi masyarakat, karena dalam Undang Undang Nomor 8 Tahun 1999 jelas diatur tentang perlindungan kepada konsumen,” kata Sanny.(ann/jwt)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading