Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Headline, Hukum dan Kriminal, Nusa Utara

E2L Tenang Digilir Delapan JPU dalam Sidang Perdana

Redaksi Manado Today   |   26 Agustus 2010 – 18:59 WITA

Manado Today – Walaupun harus sendirian menghadapi delapan Jaksa Penuntut Umum (JPU), setelah  tim kuasa hukumnya yang melakukan walk out sesaat sebelum sidang dimulai, Elly Engelbert Lasut (E2L) oknum Bupati Talaud yang disangka melakukan tindakan korupsi dalam Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) Fiktif, terlihat tetap tenang.

Dalam persidangan yang dipimpin majelis hakim yang diketuai Edhi Sudarmuhono SH dengan anggota Armando Pardede SH dan Efran Basuning SH, para Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang terdiri dari, Abdul Muni SH, Adri Notanubun SH, Naksir Sitepu SH, Benny Ratag SH, Ledrik Takaendengan SH, Claudia Lakoy SH, Oikurnia Zega SH serta Ireine Korengkeng SH membacakan dakwaannya terhadap E2L.

Inti dakwaaan tersebut, Elly terbukti melakukan perjalanan dinas Fiktif kemudian dananya ditransfer ke rekening pribadinya dan digunakan untuk kepentingan pribadinya, serta memalsukan sejumlah cap dan stempel, memalsukan tanda tangan pejabat Negara.

Karena merugikan Negara sebesar Rp 7.767.620.000 miliar, Ely dijerat dengan dakwan primair pasal 2 ayat (1) junto pasal 18 undang-undang nomor 31 tahun 1999 yang telah dirubah dan ditambah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi junto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP junto pasal 64 ayat (1) KUHP dan dakwaan subsidair pasal 3 junto pasal 18 undang-undang nomor 31 tahun 1999 yang telah dirubah dan ditambah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi junto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP junto pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sementara itu Elly menjelaskan bahwa dirinya tidak mengerti dengan dakwaan yang dibacakan JPU, sebab dakwaan ini sama persis seperti dirinya diperiksa sebagai tersangka.

“uang tersebut ada pada bendahara, namun seolah-olah masuk ke rekening pribadi saya padahal bukti rekening Koran sudah ada dan jelas bahkan sudah divalidasi oleh bank tapi ditiadakan. Dan juga unsure-unsur dalam GD-OTA sudah ada dalam dakwaan, padahal ini adalah kasus SPPD bupati,” tutur Elly.

Siding ini akan kembali dilanjutkan kamis depan dengan agenda pengajuan Eksepsi terhadap dakwaan JPU.

“sudah diatur dalam pasal 156 KUHAP pengajuan Eksepsi bukan menyangkut materi perkara, dan nantinya akan kami buktikan di persidangan nanti dan tidak akan ditutup-tutupi,” tandas Kajari Manado Abdul Muni SH yang juga salah satu dari JPU. (rafly)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading