Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Bitung, Headline

Eksekusi PT IKI Berlangsung Ricuh !

Redaksi Manado Today   |   15 September 2010 – 02:09 WITA

Bitung Today- Pelaksanaan eksekusi lahan PT Industri Kapal Indonesia (PT IKI) unit Bitung yang terletak di Kelurahan Aertembaga, Kecamatan Aertembaga berlangsung ricuh, Selasa (14/09/10) . Lemparan batu dari dalam areal perusahaan mengakibatkan salah satu wartawan TV swasta nasional harus menderita lika di bagian kepala. Bahkan seorang bocah teridentivikasi siswa SD kelas 6, Anggi Signori (12) warga setempat harus dilarikan ke RS AL Bitung akibat tersengat listrik. 

Eksekusi yang dilaksanakan oleh pihak PN Bitung, justru mendapat penolakan sejumlah pihak Perusahaan termasuk kuasa hukumnya, Fendy Sompotan SH. Sebab, mereka berpendapat lokasi eksekusi belum jelas batas-batas ukurnya sesuai dengan putusan kasasi (PK) â Tidak akan kami halangi jika pengukuran yang disengketakan jelas batas ukurnya,â papar Sompotan kepada juru sita. 
Situasi memanas ketika tim eksekusi dengan menggunakan traktor memaksa masuk, buntutnya aksi massa terus membrutal ,sehingga aksi A pelemparan batu antara warga yang berada di luar pagar dan yang berada di halaman perusahaan tak bisa dibendung. Akibatnya, wartawan Indosiar teridentivikasi Alamsyah Djohan yang sedang melakukan peliputan tak luput dari hantaman batu sehingga mengenai bagian kepalanya, pelak saja, Alamsyah harus dievakuasi ke RS terdekat.
Aparat kepolisian kemudian menggunakan watercanon untuk meredakan situasi, tapi bukannya meredah semprotan water cannon malah mendapat balasan semrotan compressor yang berisi pasir dan biji besi. Hanya saja situasi ini berlangsung singkat dan petugas PN Bitung mulai menjalankan eksekusinya dengan membacakan surat keputusan eksekusi. Tak lama kemudian, mobil bulldozer meratakan pagar bangunan serta pohon-pohon penghalang yang masuk ke kawasan eksekusi. 
Tumbangnya pohon mengakibatkan salah satu kabel listrik putus., Anggi Sinori, warga Kelurahan Papusungan Kecamatan Lembeh Selatan yang tengah menonton dan mencoba masuk di kawasan eksekusi menggelepar karena kakinya kesetrum. Saat itu juga, korban yang tergelepar langsung dievakuasi ke RS AL.
Ketua PN Bitung, Amin Sutikno SH MH melalui humas PN Bitung, Decky Wagiu SH MH menegaskan bahwa eksekusi ini sudah harus dijalankan karena sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. âSengketa ini sejak tahun 1998 dan sudah ditetapkan melalaui putusan kasasi,dan upaya negosiasi sudah beberapa kali di coba namun tetap diindahkan,â beber Wagiu yang tidak menampik jika tergugat sudah dua kali melakukan verzet (Penolakan) dengan gugatan yang sama, namun mendapat penolakan Mahkamah Agung (MA).(lou)
Dikirim melalui Facebook Seluler

Eksekusi PT IKI Ricuh /Bitung Today- Pelaksanaan eksekusi lahan PT Industri Kapal Indonesia (PT IKI) unit Bitung yang terletak di Kelurahan Aertembaga, Kecamatan Aertembaga berlangsung ricuh, Selasa (14/09/10) . Lemparan batu dari dalam aeral perusahaan mengakibatkan wartawan TV nasional (Indosiar) pica kepala. Sementara seorang bocah teridentivikasi siswa SD kelas 6, Anggi Signori (12) warga setempat harus dilarikan ke RS AL Bitung akibat tersengat listrik. Eksekusi yang dilaksanakan oleh pihak PN Bitung, justru mendapat penolakan sejumlah pihak Perusahaan termasuk kuasa hukumnya, Fendy Sompotan SH. Sebab, mereka berpendapat lokasi eksekusi belum jelas batas-batas ukurnya sesuai dengan putusan kasasi (PK) â Tidak akan kami halangi jika pengukuran yang disengketakan jelas batas ukurnya,â papar Sompotan kepada juru sita. Situasi memanas ketika tim eksekusi dengan menggunakan traktor memaksa masuk, buntutnya aksi massa terus membrutal ,sehingga aksi A pelemparan batu antara warga yang berada di luar pagar dan yang berada di halaman perusahaan tak bisa dibendung. Akibatnya, wartawan Indosiar teridentivikasi Alamsyah Djohan yang sedang melakukan peliputan tak luput dari hantaman batu sehingga mengenai bagian kepalanya, pelak saja, Alamsyah harus dievakuasi ke RS terdekat.Aparat kepolisian kemudian menggunakan watercanon untuk meredakan situasi, tapi bukannya meredah semprotan water cannon malah mendapat balasan semrotan compressor yang berisi pasir dan biji besi. Hanya saja situasi ini berlangsung singkat dan petugas PN Bitung mulai menjalankan eksekusinya dengan membacakan surat keputusan eksekusi. Tak lama kemudian, mobil bulldozer meratakan pagar bangunan serta pohon-pohon penghalang yang masuk ke kawasan eksekusi. Tumbangnya pohon mengakibatkan salah satu kabel listrik putus., Anggi Sinori, warga Kelurahan Papusungan Kecamatan Lembeh Selatan yang tengah menonton dan mencoba masuk di kawasan eksekusi menggelepar karena kakinya kesetrum. Saat itu juga, korban yang tergelepar langsung dievakuasi ke RS AL.
Ketua PN Bitung, Amin Sutikno SH MH melalui humas PN Bitung, Decky Wagiu SH MH menegaskan bahwa eksekusi ini sudah harus dijalankan karena sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. âSengketa ini sejak tahun 1998 dan sudah ditetapkan melalaui putusan kasasi,dan upaya negosiasi sudah beberapa kali di coba namun tetap diindahkan,â beber Wagiu yang tidak menampik jika tergugat sudah dua kali melakukan verzet (Penolakan) dengan gugatan yang sama, namun mendapat penolakan Mahkamah Agung (MA).(lou)Dikirim melalui Facebook Seluler

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading