Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Tomohon

Eman Ajak Warga Tomohon Mencintai Produk Dalam Negeri

Ardi Kalumata   |   2 Oktober 2012 – 19:05 WITA
Eman Ajak Warga Tomohon Mencintai Produk Dalam Negeri

Walikota Tomohon saat mengenakan Batik

TOMOHON, (manadotoday.com)—Walikota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak mengajak warga Kota Tomohon maupun para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup Pemkot Tomohon agar mencintai produk dalam negeri, antaranya batik.

Menyemarakkan Hari Batik Nasional yang diperingati pada hari ini Selasa 2 Oktober 2012 maka seluruh jajaran Pemerintah Kota Tomohon menampilkan pemandangan yang lain dalam berseragam dimana semua pegawai menggunakan pakaian batik. Sebagai salah satu warisan budaya dunia yang lahir dari Indonesia, batik harus dipertahankan salah satunya dengan cara memakai busana batik di Hari Batik Nasional.

“Peringatan hari Batik Nasional tahun 2012 ini memasuki tahun ketiga, sejak pemerintah menetapkannya pada 2 Oktober 2009. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 17 November 2009 menerbitkan Keputusan Presiden No 33 Tahun 2009 tentang Hari Batik nasional,” kata walikota.

Dipilihnya tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional, mengingat pada tanggal itu Badan PBB yang membidangi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO) secara resmi mengakui batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. UNESCO memasukkan batik dalam daftar representatif budaya, benda warisan manusia.

Pengakuan terhadap batik merupakan pengakuan internasional terhadap mata budaya Indonesia.Walikota Tomohon Jimmy F Eman,SE.Ak turut memberikan teladan kepada seluruh jajarannya di mana pada hari ini a mengenakan pakaian batik Phaius Thankervilliae yang juga merupakan Maskot Kota Tomohon.

Di Kota Tomohon sendiri memang telah menggunakan seragam batik pada setiap hari Kamis yaitu Batik Phaius Thankervilliae.

Begitu pula saat ini jajaran PNS Kora Tomohon tetap memakai kain tenun Khas Sulaesi Utara yaitu Kain Bentenan.

“Penerbitan Kepres Nomor 33 Tahun 2009 sebagai usaha pemerintah meningkatkan citra positif dan martabat bangsa Indonesia di forum internasional,’’ kata walikota.

Penetapan Hari Batik Nasional juga dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap upaya perlindungan dan pengembangan batik Indonesia. Batik sebagian besar diproduksi oleh industri kecil, sehingga dengan makin sering masyarakat memakai batik sama artinya menghidupkan usaha kecil menengah. (ark)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading