Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Berita Pilihan, Manado

Fenomena Pok-Pok Manado, dari Begadang Hingga Income Puluhan Juta

Redaksi Manado Today   |   17 Juli 2010 – 03:34 WITA

Mengungkap Jual-Beli Chips Texas Holdem Poker

Manado Today – Texas HoldEm Poker merupakan salah satu aplikasi situs jejaring sosial Facebook, yang saat ini memiliki jutaan penggemar serta mendatangkan income yang bervariasi bagi pengguna internet , yang rela duduk berjam-jam di depan Komputer, hanya sekedar bermain animasi Poker secara online.

Hanya saja, jangan terkejut jika satu orang yang telah menguasai teknik bermain aplikasi animasi Poker online ini, bisa meraup jutaan rupiah hasil pengkoleksian Chips Poker dan kemudian ditransaksikan antar sesama pemain dengan cara transfer chips, yang dilakukan seolah-olah sedang bertarung di salah satu meja animasi.

Hasil transfer chips ini, kemudian diberikan harga sesuai dengan jumlah Chips yang dilego ke pembeli yang sedang online baik menggunakan jasa Warung Internet (Warnet) maupun fasilitas rumahan dan kantor. Walaupun memiliki resikodi Band oleh server Facebook, namun risiko tetap diambil demi jutaan rupiah sebagai hasil yang menggiurkan .

Menurut salah satu petarung sebut saja Sweetly (28) warga salah satu kelurahan di kecamatan Tikala, pada manadotoday menyebutkan dalam seminggu saja penghasilannya dalam berPoker ria dapat mencapai Rp 8 juta untuk chisps bernilai One Biliun (1B). Jika rata-rata chips tersebut dikali empat minggu, dapat dibayangkan keuntungan pemain poker animasi online ini.

Tak salah jika kebanyakan warga menyebut para Poker Mania ini dengan plesetan Pok-Pok, sebab rela begadang semalaman demi mengejar perolehan Chips yang banyak, kemudian di transfer lagi ke pemaian lain yang membutuhkan dengan imbalan sejumlah uang rupiah.

“Jika pemain yang ingin di transfer berasal dari daerah lain, cukup dengan mentransfer uang, kemudian chipsnya dikirim secara online,” kata Jhon Pokermania asal Wanea.

Setelah ditelusuri, ternyata penggandrung aplikasi online ini, berasal dari berbagai kalangan hingga ke anak-anak Sekolah Dasar yang telah memiliki pengetahuan mengutak-atik perangkat Komputer yang berkoneksi dengan internet. (tim)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading