Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Tomohon

Festival Bunga Tomohon Bisa Tumbuh Kembangkan Budaya Tombulu

Ardi Kalumata   |   2 Agustus 2012 – 23:21 WITA
Dialog Budaya Dukung TIFF tomohon

Dialog budaya dukung TIFF di Aula Happy Lyste Kakaskasen I Tomohon Utara

TOMOHON, (manadotoday.com)—Festival Bunga yang dilaksanakan di Kota Tomohon dinilai bisa mengembangkan budaya Tombulu. Ini terungkap dalam Dialog Budaya yang dilaksanakan oleh Balai Pelesatarian Sejarah dan Nilai Tradisional Manado di Aula Happy Lyste Kakaskasen I Tomohon Utara Kamis (2/8).

Maksud dialog tersebut adalah mendukung pelaksanaan Tomohon International Flower Festival (TIFF) yang akan digelar 8-12 Agustus nanti.

Sementara tujuan kegiatan adalah dengan diadakannya Festival Bunga atau Tournament of Flower (ToF) yang merupakan salah satu kegiatan di TIFF dapat menumbuhkan dan mengembangkan budaya Tombulu yang merupakan salah satu sub etnis Minahasa di tingkat Nasional dan Internasional.

Walikota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak memaparkan bahwa persoalan kebudayaan merupakan bagian penting dalam proses pembangunan. Kebudayaan terkait dengan persoalan karakter dan mental bangsa yang menentukan keberhasilan pembangunan di Indonesia khususnya di Kota Tomohon.

‘’Diharapkan dialog ini dapat memberikan pemahaman kultural bahwa pelaksanaan TIFF bukanlah sekadar sebuah acara penuh kemegahan, tetapi di balik itu adalah eksistensi sebuah Industri budaya dan industri kreatif yang akan mendatangkan keuntungan materil maupun non materil bagi para pendukung kebudayaan khususnya budaya Tombulu sebagai peluang berkreasi,’’ katanya. Kepala Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Manado Drs Rusli Manorek mengungkapkan bahwa gambaran tentang kegiatan Festival Bunga sebagai salah satu wujud industri budaya serta bagaimana pelaksanaannya di berbagai kebudayaan.

‘’Kegiatan festival tidak hanya ditemukan dalam kebudayaan modern melainkan juga ditemukan di kalangan komunitas etnis dan bahkan pada masanya merupakan bagian dari ritus yang ada dalam siklus kehidupan manusia,’’ ujarnya. Hadir pada dialog tersebut para budayawan, budayawati, unsur decorator float, petani bunga, pemilik toko bunga, para aparat dan tokoh-tokoh masyarakat. Sebagai narasumber Pastor Dr Paul Reinwarin, Pdt Dr Richard AD Siwu MTh dan Drs Alex Ulaen DEA. (ark)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading