Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Ekonomi dan Keuangan, Manado Siar

Flu Burung tak Pengaruhi Harga Daging Ayam di Sulut

Redaksi Manado Today   |   18 April 2011 – 20:13 WITA

Manado Today – Harga daging ayam di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) relatif normal, belum terpengaruh kembali maraknya sebaran flu burung yang mulai menjangkiti beberapa kawasan di Provinsi Gorontalo dan daerah Kotamobagu, Sulawesi Utara (Sulut).
“Daging ayam broiler (pedaging) di pasar tradisional tetap normal di kisaran Rp21 ribu per kilogram, patokan harga tersebut sudah bertahan selama sebulan terakhir ini, begitu juga daging ayam kampung ukuran sedang pada kisaran Rp57 ribu per ekor,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut, Janny Rembet di Manado, Senin.
Janny mengatakan, harga ayam yang relatif stabil di pasaran Manado, karena masyarakat percaya kualitas ayam yang dijual pedagang memenuhi persyaratan yang ditentukan pemerintah.
“Pasokan ayam yang dijual pedagang di Manado hampir semuanya produksi peternak lokal yang banyak terdapat di sekitar Kota Manado,” kata Janny.
Selain percaya dengan kualitas ayam, kata Janny masyarakat Manado sudah makin paham bahwa daging ayam yang diolah dalam suhu memasak di atas 80 derajat celcius akan menjadi steril dari virus flu burung.
“Virus tersebut dengan sendirinya akan mati, karena itu bisa dipastikan ayam yang dimasak di atas 80 derajat celcius dapat dikonsumsi dengan aman,” kata Janny.
Kebutuhan ayam masyarakat Sulut dalam kondisi normal berkisar 600 ton setiap bulan, sedangkan pada hari besar keagamaan bisa meningkat dua kali lipat dari jumlah tersebut.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut, Goan Palenewen mengatakan, pemerintah provinsi Sulut sudah mengambil langkah antisipatif dengan mengoptimalkan pos pengawasan pasokan ayam di kawasan perbatasan baik darat, udara maupun laut.
“Pemerintah di semua kabupaten/kota sudah diminta memeriksa semua ayam dan produk unggas lainnya, dan bila berasal dari daerah wabah flu burung, akan ditolak masuk,” kata Goan.
Goan mengatakan, langkah menolak ayam masuk dari daerah wabah, dalam upaya melindungi peternakan masyarakat agar terbebas dari serangan virus yang sangat membahayakan bagi kesehatan masyarakat tersebut.
Seperti diketahui, sebaran flu burung kembali marak, dan terakhir diindikasikan sudah masuk Provinsi Gorontalo, yang merupakan kawasan perbatasan dengan Sulut, dan bahkan ada temuan ayam yang diduga flu burung di pasar utama Kotamobagu dan salah satu desa di daerah tingkat dua di Sulut tersebut. (ann/jwt)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading