Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Ekonomi dan Keuangan

Gula Pasir Ilegal Marak Beredar di Sulut

Staff Manado Today   |   20 Juni 2011 – 21:52 WITA

Manado Today – Gula pasir impor yang diduga illegal, marak beredar Sulut. Bahkan, salah satu kebutuhan penting masyarakat itu, banyak dijual di sejumlah pasar swalayan. Hal itudikatakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut, Sanny Parengkuan.

Menurutnya, hasil ini setelah pihaknya melakukan peninjauan dilapangan (sejumlah pasar), dan menemukan gula tersebut. Padahal, jika ada gula impor yang diedarkan di Sulut, pasti ada pemberitahuan dari pemerintah pusat. Namun, untuk saat ini tak ada pemeberitahuan.

“Gula pasir impor itu, masuk kategori illegal. Sebab, distribusi gula masuk sembunyi-sembunyi, padahal seharusnya ada pemberitahuan dari pemerintah pusat jika ada gula impor,” kata Parengkuan, Senin (20/6/2011).

Lanjut disampaikannya, gula import ditemukan tersebut dilihat dari kemasannya berasal dari Thailand.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Disperindag Sulut, Janny Rembet, mengatakan, berdasarkan aturan gula yang masuk di suatu daerah termasuk di Sulut, harus ada persetujuan untuk diantarpulaukan. Namun, itu tidak ada.

“Justru ada dari gula rafinasi. Tapi untuk impor lainnya tidak ada izin, dan gula tersebut ditemui pada saat tim Disperindag Sulut dan tim pusat, turun ke sejumlah pasar swalayan,” ungkap Rembet.

Dikatakannya lagi, berdasarkan pemantauan, gula beredar di pasaran Manado selain gula impor dan rafinasi, juga gula produksi pabrik dalam negeri seperti Gorontalo, Surabaya, dan beberapa daerah lainnya di pulau Jawa dan Sumatera.

“Perbandingan antara gula impor dan lokal mungkin sudah fifty-fifty, karena memang semakin banyak jenis gula yang beredar di pasaran Manado,” kata Janny.

Kebutuhan gula masyarakat Sulut diperkirakan sekitar 4000 hingga 5000 ton setiap bulannya, jumlah tersebut akan mengalami kenaikan cukup tajam pada saat menjelang hari besar keagamaan Natal dan Tahun Baru serta Idul Fitri, dan hari besar agama lainnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan harga gula pasir di Kota Manado pada minggu ketiga Juni 2011 turun sekitar Rp250 hingga 500 per kilogram (kg).

Untuk gula di pasar tradisional sebelumnya Rp11 ribu per kilogram turun menjadi Rp10.500 per kilogram, sementara harga gula di pasar swalayan bervariasi antara Rp11 ribu hingga Rp13 ribu per kilogram, penurunan terjadi merupakan efek positif semakin banyaknya gula beredar di pasaran saat ini. (ann/ton)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading