Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Headline, Tomohon

Gunung Lokon Semburkan Debu Vulkanik dan Asap

Redaksi Manado Today   |   22 Februari 2011 – 09:59 WITA

Tomohon Today—Setelah sekian lama ‘tidur’, Selasa (22/02) Gunung Lokon salah satu gunung api aktif,yang terletak di Kota Tomohon Sulawesi Utara, memperlihatkan tanda-tanda peningkatan status dengan mengeluarkan debu.

Asap hitam mulai kelihatan mucul dari lobang gunung tersebut sekitar pukul 07.00 Wita. Karena hujan, tidak terlalu terlihat. Namun ini sudah cukup membuat warga Kota Bunga panik.
Warga yang berada di sekitar, yakni yang berdomisili di Kakaskasen dan Kinilow mulai diliputi rasa was-was. Mereka masih terbayang bagaimana ganasnya semburan dari Gunung Merapi yang sering dilihat di televisi.
‘’Mudah-mudahan semburan ini tidak seperti semburan Gunung Merapi,’’ ungkap Johnson warga Kakaskasen dan Hermanus, warga Kinilow.
Sekitar pukul 08.00 Wita, debu mulai jatuh di pemukiman warga. Mereka yang tidak tahu ada aktifitas Gunung Lokon sebelumnya kaget karena tiba-tiba baju mereka sudah dipenuhi debu.
‘’Kami tidak tahu kalau Gunung Lokon baru menyemburkan debu,’’ kata Jacky dan Ronald di Pasar Beriman Tomohon.
Warga lain yang begitu mengetahui ada debu langsung berlindung di tenda-tenda dan bagunan-bangunan yang atapnya tertutup.
Gunung Lokon yang memiliki ketinggian 1.689 m di atas permukaan laut pada Oktober 1991 pernah meletus hebat yang menimbulkan kerugian sekitar Rp 1 Miliar.
Ribuan jiwa penduduk Kakaskasen Kinilow dan Tinoor, ketika itu sempat diungsikan besar-besar ke sejumlah daerah yang dinilai tidak rawan karena atap ribuan rumah penduduk hancur dihantam batu dan debu setebal 15 sampai 20 cm. Dalam musibah tersebut, seorang wisatawan asal Swiss, Vivian Clavel
yang berkunjung saat terjadi letusan hebat itu tidak dapat ditemukan. Ia dipastikan tewas tertimbun longsoran lahar dingin
Terakhir meletus pada pada tahun 2001. Sebagian wilayah Kota Manado yang berjarak sekitar 25 Km dari gunung tersebut, ditutupi hujan debu yang mengguyur disebabkan karena tiupan angin. Material debu yang dikeluarkan dari kawah gunung api ini berbentuk lava pijar dan ketinggiannya diperkirakan mencapai 400 meter. (ark)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading