Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Headline, Totabuan

Guru dan Murid SMA 1 Kotamobagu Mengadu ke DPRD Sulut

Redaksi Manado Today   |   27 Agustus 2010 – 23:08 WITA

Manado Today- Jumat (27/08/10) puluhan Guru da Murid serta pegawai SMA I Kotamobagu mengadu ke Deprov Sulut meminta agar Kepsek SMA 1 Kotamobagu Rosdiana Mokodompit segera diberhentikan atau diganti karena dianggap tidak layak dan tidak berkompeten menjadi pemimpin di sekolah tersebut.“Sebagai seorang Kepsek, Mokodompit tidak memiliki pengetahuan dan konsep membangun SMK 1 KK lebih maju dana berkualitas, bahkan kami menilai tidak memiliki wawasan tentang dunia pendidikan apalagi sebagai pemimpin yang mengayomi guru, pegawai dan siswa,” kata salah seorang guru yang meminta namanya tidak dikorankan.
Tak hanya itu, para guru dan pegawai serta siswa SMA 1 Kotamobagu ini juga mengajukan 21 point alasan tuntutan mereka mengganti Mokodompit sebagai Kepsek yang ditanda tangani 63 guru dan pegawai diantaranya praktek pungli yang dilakukan Kepsek terhadap para guru dan Orang Tua murid ,serta tidak transparannya pengelolaan keuangan bantuan pemerintah di sekolah tersebut.
“Setaip guru dan pegawai yang akan meminta tanda tangan DP3 kepada Kepsek diharuskan membayar Rp25 ribu. Belum lagi pungutan uang sebesar Rp100ribu kepada guru peserta sertifikasi, serta pungutan terhadap tiap guru walikelas ketika akan menandatangani rapor serta pungutan Rp100ribu per ijazah terhadap siswa kelas XII,” terang salah seorang Anggota Komisi IV Benny Rhamdani yang menerima puluhan Guru erta pegawai SMA I Kotamobagu menilai, apa yang terjadi di SMA 1 Kotamobagu adalah ancaman atau tragedi dunia pendidikan di Sulut.
“Ini harus diperhatikan dan cepat diselesaikan, apalagi yang mendukung Kepsek SMA 1 Kotamobagu diganti ada 59 guru dari 70 guru yang ada di sekolah tersebut. Belum lagi dukungan puluhan pegawai serta siswa yang katanya sudah 9 hari mogok belajar karena menuntut Kepsek diganti,”kata Rhamdani.
Rhamdani sendiri sangat prihatin dengan sikap para siswa yang telah mogok selama 9 hari, karena menurutnya ini adalah mogok terpanjang yang pernah dilakukan oleh para siswa sekolah yang ada di Indonesia. Untuk itu, Ia meminta Diknas Provinsi segera bertindak dan melakukan pengecekan dilapangan.
“Kami juga meminta agar Inspektorat bertindak untuk mencari tahu apkah ada tindak korupsi yang telah terjadi di SMA 1 KK,”tutur Ramdhani. (lou)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading