Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Manado

H3 Ternyata Sudah Lebih Dulu Eksis dari Sam Ratulangi

Tonny Sumakul   |   27 Maret 2012 – 18:37 WITA

Dari Diskusi Menggali Budaya Bantik

budaya Bantik

Diskusi menggali budaya Bantik

MANADO (manadotoday.com) – Memperingati 50 tahun Tanah Krida Malalayang, Forum Komunikasi Masyarakat Krida (FKMK) menggelar temu diskusi bertema “Menggali Budaya Masyarakat Bantik” yang dilaksanakan Jumat (23/3) akhir pekan lalu di Balai Kelurahan Malalayang Satu Timur, Kecamatan Malalayang.
Temu diskusi ini menampilkan tua-tua masyarakat Bantik Minanga (Malalayang) seperti Drs. Herson Purasa, MS; HW Rumansi, SH, Dra. Nelly Gontung, Sem Mamitoho, Max Edward Tontey, S.Th serta Plt. Kadis Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulut, Dra. Henny Siwy, M.Pd. Acara ini dihadiri segenap keturunan anak suku Bantik, baik generasi muda maupun tokoh.
Acara yang dimoderatori oleh Ronny “Benny”Geruh,S.Sos ini disetting dengan meniru gaya diskusi Jakarta Lawyer Club di salah satu televisi nasional, sehingga pertanyaan demi pertanyaan dari floor menjadi lebih hidup, sementara para pemateri yang merupakan tokoh-tokoh yang kapabel di bidangnya, tidak terpaku pada materi tertulis seperti biasanya, namun hanya menjawab pertanyaan yang dilontarkan peserta.
Menurut Ketua Panitia, Dra. Mintje Palapa, diskusi ini memang bertujuan menggali budaya di masyarakat Bantik yang selama ini terpendam.
“Misalnya saja tentang prinsip hidup H3 (Hinggil(r)idang, Hintal(r)unang dan Hintakinang) di masyarakat Bantik, ternyata sudah jauh lebih dahulu ada dan berakar dalam kehidupan anak sulu Bantik, daripada moto Sitou Timou Tumou Tou yang dipopulerkan Sam Ratulangi, yang memiliki makna hakiki yang sama,’’ terang Palapa yang juga Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BPPPA) Pemprov Sulut ini.
Menurut Palapa yang didampingi Sekretaris FKMK, Sonny Sumangkut, S.Sos, kesimpulan itu terungkap melalui penuturan tokoh-tokoh masyarakat Bantik Minanga (Malalayang) seperti Max Th. Monangin, Ronny Mongisidi, Oddy Gontung, Drs. AN Mandagie, Dicky Kolanus serta para tetua adat yang hadir dalam diskusi tersebut.
‘’Falsafah hidup H3 ini sudah lama dikenal dan mengakar, jauh sebelum Sam Ratulangi,’’ujar mereka.
Pada kesempatan itu, Plt. Kadis Budpar, menyatakan apresiasinya atas paparan tentang potensi budaya dan situs yang dimiliki masyarakat Bantik Minanga untuk dijadikan obyek wisata di Kota Manado. Institusi itu menyambut baik keinginan FKMK dalam menggali dan mengangkat budaya masyarakat Bantik menjadi obyek wisata yang mendunia sesuai program Pemkot Manado.
Selain sejumlah situs purbakala seperti Batu Kuangang, Batu Buaya dan Batu L(r)ana,’ masyarakat Bantik Minanga (Malalayang) memiliki pakaian adat sendiri, tarian Mahambak, serta upacara perkawinan dan tarian Kabasaran yang sayangnya terancam punah, antara lain karena kurangnya perhatian dari pemerintah.
“Dulu, pemerintah Kodya Manado (waktu itu) sudah menetapkan bahwa budaya asli Manado adalah apa yang dimiliki oleh masyarakat Bantik Minanga (Malalayang), tapi hal ini tidak ada tindak lanjutnya sampai sekarang,’’ujar Nelly Gontung, salah seorang pemateri diskusi.
Karenanya, kata Ronny ‘’Benny’’ Geruh yang juga Ketua FKMK, hasil diskusi ini akan ditindaklanjuti antara lain dengan meminta pemerintah agar mulai melakukan restorasi terhadap budaya-budaya masyarakat Bantik Minanga yang mulai hilang itu. ‘’Kami sendiri dengan apa yang ada pada kami, mulai memberikan pelatihan tarian mahambak kepada para remaja dengan bekerja sama dengan sanggar budaya Bantik dan beberapa komponen lainnya,”jelasnya. (ton/*)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading