Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Headline, Tokoh Today

HAGe Siap Bertarung, Konstelasi Politik Berubah

Adri Mamangkey   |   15 Maret 2012 – 12:50 WITA

Gerungan: Siap Kembalikan Kejayaan Minahasa

Gerungan Hanky

Hangky Arter Gerungan

SETELAH Hangky Arter Gerungan (HAGe) menentukan sikap untuk maju sebagai Calon Bupati dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Minahasa, konstelasi politik di Minahasa langsung berubah. Figur Ketua PDK Kosgoro 1957 Sulawesi Utara ini menjadi topik pembicaraan di mana-mana. Bahkan, tim sukses bakal calon bupati lain (yang sudah lebih dulu mendeklarasikan maju sebagai calon bupati atau wakil bupati) tak ketinggalan membahas pernyataan HAGe siap bertarung di Pilkada Minahasa. ‘’Pak Angki Gerungan (HAGe) telah merubah kalkulasi politik  dan strategi pemenangan yang kita sudah siapkan,’’ tutur salah satu anggota tim sukses Cabup yang mengaku diusung salah satu partai besar.
Kesiapan HAGe menjadi calon bupati juga menjadi berita utama media massa di daerah ini. Pasalnya, HAGe dalam Pilkada Minahasa 5 tahun lalu sudah dipinang beberapa tokoh dan partai untuk ikut suksesi tapi selalu menolak. Melihat HAGe yang tetap pada pendiriannya, mereka mendekati istrinya Meyta Walla yang tidak kalah populer untuk maju. Setelah ditunggu-tunggu banyak kalangan, akhirnya baik Hangky maupun Meyta Walla tidak tertarik. Begitu juga Pilkada Gubernur Sulut 2 tahun lalu, figur HAGe sudah digadang-gadang sejumlah partai untuk menjadi calon gubernur/wakil gubernur juga tetap tidak bergeming. ‘’Biarlah saya tetap menjadi pengusaha saja dan membantu dari belakang para calon gubernur,’’ begitu selalu yang diucapkannya.
Sejak tahun lalu juga banyak calon yang sudah berusaha mendekati HAGe untuk menjadi pasangannya. Tapi, pengusaha yang selalu tampil low profile ini selalu menolak. Itulah sebabnya, pernyataannya untuk siap maju benar-benar mengejutkan. ‘’Awalnya memang saya tidak tertarik. Tapi, kali ini saya tak kuasa menolak. Sebab, yang datang minta kesediaan dari berbagai kalangan, mulai tokoh masyarakat, tokoh agama dan masyarakat umum. Saya terus bergumul dan mendiskusikan dengan keluarga, dengan berbagai pertimbangan, akhirnya saya menyatakan siap,’’ tutur Angky – sapaan akrabnya dengan penuh keyakinan atas keputusannya.
Lantas apa saja yang mendorong pemilik sejumlah perusahaan di Papua dan owner Media Sulut Grup ini merubah sikapnya yang sudah 5 tahun dipertahankannya? dan apa yang menjadi harapannya ke depan? Berikut nukilan bincang-bincang Adri Mamangkey dari manadotoday (MT) dengan Hangky Arter Gerungan (HAGe) di sekretariat DPK Kosgoro 1957.

HAGe
: Halo adri, so lama? (sapanya sambil menjabat tangan ketika sampai di sekretariat. Dia pun mengajak MT ke ruangannya)

Di ruangan yang cukup luas dan berAC, kami pun ngobrol yang ringan-ringan. Maklum kami sudah lama tidak bertemu. Penampilan tidak pernah berubah, selalu mengenakan celana jeans dipadu dengan kaos. Bicaranya lepas dan penuh canda. Itulah karakter HAGe sehingga ia dekat dengan siapa saja, termasuk karyawannya.
Tapi, setelah disinggung soal Pilkada Minahasa, HAGe mulai agak serius.Apalagi ditanya soal keputusannya untuk bertarung di Pilkada Minahasa.

HAGe
: Awalnya saya tidak berminat bertarung di Pilkada. Ada beberapa calon datang kepada saya untuk minta berpasangan. Tapi, saya selalu menolak. Saya ingin istirahat dari berbagai kegiatan, apalagi politik. Sudah cukup saya selama ini bekerja keras membangun usaha mulai dari nol sampai seperti sekarang. Kalu cuma ukuran materi sudah cukup sampai anak-anak saya sudah siapkan. Usaha saya saja, saya tidak lagi terlalu masuk campur. Saya ingin  menikmati ini hidup dengan cara  aktif di kegiatan-kegiatan soal dan kemasyarakatan. Tapi, tiba-tiba saya berubah sikap.

MT : Apa yang membuat bapak berubah dan menyatakan siap untuk maju di Pilkada.
HAGe : Ini yang menjadi pergumulan saya. Saya berubah sikap karena tidak mampu lagi menolak permintaan dari berbagai kalangan. Mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, dan masyarakat umum. Setiap hari banyak yang datang di rumah minta kesediaan untuk bersedia maju. Begitu juga kalau kita mau ke mana-mana, selalu saja itu yang disampaikan. Malah ada yang datang cuma berdoa untuk supaya saya siap maju untuk masa depan Minahasa.  Antara permintaan masayarakat  dan penolakan saya terus bergejolak dalam hati. Dan ini terus saya gumuli dan diskusikan dengan keluarga. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya saya putuskan untuk maju sebagai calon bupati. Yah… saya harus pikul salib lagi ha ha ha ha…..

MT: Jadi sekarang siap untuk bertarung?
HAGe : Setelah ambil keputusan, yah saya harus siap. Bagi saya kalau keputusan yang sangat strategis, tidak ada istilah main-main atau coba-coba.  Kalau kita bertarung harus menang, buat apa kita maju kalau kita tahu kita kalah. Walaupun, dalam pertarungan pasti ada yang menang dan kalah.  Kalau pun kita kalah harus siap menerima. Tapi, dalam bertarung yang ada di benak kita harus menang. Tapi bagi saya sekarang, yang jadi persoalan bukan bagaimana kita menang. Menang itu nomor dua.

MT: Maksudnya?
HAGe : Kalau kita hanya mengejar kursi, buat apa. Apalagi hanya mengejar kekuasaan atau harta. Apakah kita mampu berbuat sesuai harapan masyarakat, setelah kita menjadi bupati. Apakah Minahasa bisa maju dan masyarakat sejahtera. Itulah yang menjadi persoalan. Apalah artinya kita menjadi bupati tapi satu dua tahun ke depan dihujat masyarakat karena kita tidak berbuat sesuatu yang berarti bagi masyarakat. Saya tidak ingin nantinya kalau Tuhan berkenan saya jadi bupati akan dihujat oleh masyarakat seperti pemerintahan sebelumnya. Makanya saya akan bekerja keras dengan segala kemampuan untuk menjadikan Minahasa lebih baik dari yang ada sekarang.

MT : Bagaimana bapak menilai Minahasa saat ini?
HAGe : Kita sangat prihatin dengan keadaan Minahasa sekarang. Sudah jauh tertinggal dari daerah pemekaran lain. Seperti halnya, Tomohon. Kita bandingkan kota Tondano sebagai ibukota Minahasa dengan Tomohon. Sudah jauh tertinggal. Itu Tondano, belum kita bicara daerah kecamatan yang jauh dari pusat pemerintahan, apalagi sampai ke pelosok desa. Khusus kota Tondano harus ditata kembali. Kita harus ciptakan kota dan kultur yang familiar dengan iklim investasi.  Paling tidak kita ciptakan suasana kondusif supaya investor bisa membangun supermarket dan pusat-pusat perdagangan dan bisnis di Tondano. Jangan cuma makan kentucky musti ke Tomohon. Itu baru bicara ibukota Minahasa. Sebab, membangun Minahasa bukan cuma Tondano, kita juga harus membangun masyarakat sampai ke pelosok desa dengan mempersiapkan infrastruktur yang bisa mendorong perekonomian masyarakat. Potensi Minahasa yang sangat luar biasa harus kita kembangkan secara serius untuk menggerakkan ekonomi rakyat. Makanya kita juga harus siapkan sentra-sentra ekonomi lainnya, minimal di setiap kecamatan.

MT : Baru 4 hari menyatakan siap maju, tapi bapak rupanya sudah siap dengan berbagai konsep pembangunan di Minahasa.
HAGe : Saya menyatakan siap maju termasuk salah satu pertimbangan, apa yang saya harus buat nanti. Keputusan saya menjadi calon bupati bukan seperti membalikkan telapak tangan. Prosesnya lama. Setelah banyak yang datang meminta kesediaan, saya bergumul sambil mengkaji dan mengiventaris peluang dan tantangan untuk membangun Minahasa. Jadi, ketika saya menyatakan siap maju. Semua sudah siap termasuk visi dan misi membangun Minahasa. Kita sudah kaji semua, mulai potensi ekonomi masyarakat, sumber daya alam, maupun program kesehatan, pendidikan dan semua aspek yang terkait dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Jelasnya bahwa program kita laksanakan nantinya selalu berorientasi pada kepentingan masyarakat.

MT : Bila bapak jadi bupati, bagaimana menyikapi beberapa daerah yang menginginkan pemekaran?
HAGe Saya akan merespon secara positif kalau memang sudah memenuhi syarat. Seperti, Kota Langowan yang selama ini juga menjadi kerinduan warga, harus dilakukan mengingat dari segi kesiapan baik itu infrastruktur hingga perencanaan kota sudah memenuhi standar. Kota Langowan harus terealisasi. Orientasi saya kesejahteraan masyarakat bukan kekuasaan. Jadi, kalau salah satu cara mensejahterakan masyarakat lewat pemekaran, silahkan. Kan kita tetap satu Minahasa. Walaupun secara administrasi pemerintahan berbeda. Yang penting di sini bagimana masyarakat bisa sejahtera.

MT : Apakah sudah ada calon wakil bupati yang disiapkan?
HAGe : Sampai saat ini belum ada. Tapi, bagi saya calon bupati harus menguasai administrasi pemerintahan karena saya sebagai pengusaha. Saya tidak ingin bupati dan wakil bupati tidak menguasai administrasi pemerintahan dan keuangan, siapa yang suka masuk penjara ha ha ha ha…. Kan begini, saya sebagai pengusaha tahu bagimana setiap rupiah itu bermanfaat. Artinya, sebagai pengusaha bisa melipatgandakan uang ini agar perusahaan menjadi besar dan sehat. Tentu saja kalau di pemerintahan kan sudah lain. Orientasinya bagimana dana pemerintah yang ada bisa menggerakkan ekonomi rakyat. Tapi, untuk mengeluarkan dana ini harus sesuai ketentuan yang ada supaya tidak salah. Iya kan. Supaya kita terhindar dari persoalan hukum. Makanya saya menginginkan calon bupati dari birokrat yang memang sudah menguasai administrasi pemerintahan dan keuangan.

MT : Ada alasan lain?
HAGe : Selain itu, bila calon bupati dari birokrat, kita  bisa meminimalisir kepentingan politik. Kita tidak ingin bupati dan wakil bupati terlibat dalam intrik politik yang pada akhirnya merugikan masyarakat. Bagimana kita konsen membangun Minahasa dan mensejahterakan masyarakat kalau kita hanya diganggu dengan persoalan internal. Makanya harus jelas pembagian tugas. Bisa saja wakil bupati konsentrasi mengawasi kinerja pemerintahan dan mengawasi administasi keuangan. Dan saya sebagai bupati melakukan lobi-lobi, misalnya investor yang ingin berinvestasi di Minahasa dan dana-dana pemerintah pusat.

MT : Ada informasi bapak sudah mendapat restu dari petinggi Partai Golkar?
HAGe : Tentunya setelah saya menyatakan sikap untuk maju harus melaporkan kepada pimpinan Kosgoro di pusat, antara lain, Pak Agung Laksono. Saya kan ketua Kosgoro di Sulut. Dan mereka mendukung bahkan siap membantu. Begitu juga teman-teman saya yang lain di Jakarta. Termasuk om Ventje (Rumangkang) walaupun nantinya tidak diakomodir Partai Demokrat, dia secara pribadi akan membantu. Banyaklah tidak enak saya sebut satu-satu. Nantilah kita lihat perkembangan.

MT : Apa obsesi bapak bila terpilih sebagai Bupati Minahasa.
HAGe : Saya berharap Minahasa berubah. Kejayaan dan kebanggaan Minahasa sebagai representasi provinsi Sulawesi harus kita kembalikan seperti halnya tahun-tahun 1990-an ke bawah. Dimana Minahasa disegani di Indonesia karena ekonomi rakyat sangat kuat dengan potensi sumber daya alam yang maju dan dinamis. Juga SDM nya sangat menonjol karena pendidikan orang Minahasa, Sulut yang di atas rata-rata. Mari kita sama-sama raih kembali kebanggaan itu.

MT : Harapan bapak juga menjadi harapan rakyat Minahasa. Selamat berjuang.
HAGe : Terima kasih atas dukungannya. Pokoknya janji saya, kalau saya jadi bupati tidak akan merugikan rakyat dan mempermalukan pendukung saya. Saya juga akan membuat pendukung saya bangga karena terbukti Minahasa bisa maju. Saatnya Minahasa harus berubah.(***)

Biodata:
Nama : Hangky Arter Gerungan
Pekerjaan: Pengusaha
Tempat/Tanggal Lahir: Kakas 16 Juni 1964
Istri : Meyta Walla
Aktivitas: Bendahara Wanita Kaum Ibu Sinode GMIM
Anak-anak:
-Andre Gerungan (Ketua HIPMI Sulut/Ketua AMPI Sulut)
-Melisa Gerungan ( Mahasiswa Universitas Pelita Harapan)
-Giva Gerungan (Siswa SD)
Menantu: Pricillia Ayu Endey
Cucu: Aurel Gerungan

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

One Response »

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading