Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Ekonomi dan Keuangan

Harga Cengkih Tetap Berpeluang Naik

Staff Manado Today   |   20 Juni 2011 – 23:50 WITA

Manado Today – Sepanjang pemerintah pusat tetap pada komitmennya untuk belum melakukan impor cengkih, harga cengkih di Sulut, masih miliki peluang untuk naik, dari harga sekarang di kisaran Rp150 ribu per kilogram (kg). Hal itu dikatakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut, Sanny Parengkuan.

“Jadi ada efek positif selama pemerintah belum mengizinkan inport cengkih. Ini sekaligus memberi perlindungan harga kepada petani dalam negeri,” ungkap Parengkuan, Senin (21/6/2011).

Harga di kisaran Rp150 ribu saat ini, menurut Parengkuan lagi, tercipta karena mekanisme pasar yang sesungguhnya. Artinya, persediaan semakin berkurang, kebutuhan penggunaan cengkih tetap tinggi. Selain itu, cegkih Sulut masih tetap menjadi pilihan pabrik rokok dan industri pemakai cengkih lainnya, karena kualitasnya dianggap terbaik baik dalam hal aroma maupun kandungan minyaknya yang bermutu tinggi.

“Cengkih Sulut bukan hanya diminati pembeli dalam negeri, namun juga dari beberapa negara luar, untuk dijadikan bahan baku berbagai produk rumah tangga,” ungkap Parengkuan lagi.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sulut, Janny Rembet, mengatakan, saat panen tahun 2010 lalu harga cengkih hanya mampu bertahan di kisaran Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram. Namun, tiga bulan pasca panen raya berlangsung, komoditas andalan petani Sulut tersebut terus menunjukkan kontraksi positif.

Tanda-tanda pergerakan harga cengkih akan semakin meningkat setelah terjadi kenaikan harga secara cepat, sejak bulan Februari 2011 lalu. Dalam sehari bisa naik Rp5.000 per Kg, pergerakan harga yang sangat besar tersebut sebenarnya menjadi tanda harga komoditas unggulan petani tersebut akan cukup besar, dan ini menjadi kenyataan,” kata Rembet.

Ia menambahkan, kendati harga naik tiga kali lipat harga saat panen raya, tetapi tidak lagi berdampak besar pada sebagian besar petani, karena mereka telah melepas habis stoknya di saat harga naik di kisaran Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per Kg.

Pada tahun 2010 petani di Provinsi Sulut melaksanakan panen raya cengkih dengan perkirakan panen 12 ribu hingga 15 ribu ton, panen tersebut terjadi setelah tiga tahun sebelumnya pohon cengkih tidak menghasilkan buah sama sekali.

Cengkih bagi masyarakat Sulut merupakan komoditas unggulan, karena berkisar 200 ribu kepala keluarga di provinsi ini menyandarkan pendapatannya pada hasil panen cengkih. (ann/ton)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading