Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Nusa Utara

Harga Pala di Sangihe “Terjun Bebas”

Redaksi Manado Today   |   23 Februari 2012 – 10:18 WITA

Tahuna, (manadotoday.com) – Ratusan petani pala di Kabupaten Sangihe mulai mengeluhkan harga salah satu komoditi andalan yang terus “terjun bebas”. Fenomena ini pelak saja membuat para petani pala di Sangihe menjadi kesal.
Mereka bahkan, menyayangkan ulah sejumlah pedagang yang diduga mempermaikan harga pala petani, sehingga harga jualnya menjadi murah. Keluhan tersebut dikemukakan Alfius Takahindangen, warga KampungTaloarane Kecamatan Manganitu, kepada manadotoday.
Dia bahkan meminta kepada pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Perindagkop untuk melakukan pemantauan secara langsung kepada para pengusaha yang membeli pala dari masyarakat petani.
“Sebagai petani pala, kami sangat kecewa terhadap harga jual pala yang belakangan ini terus mengalami penurunan yang cukup drastis. Kami hanya berharap, agar pemerintah daerah dalam hal ini, Dinas Perindagkop, untuk melakukan pemantauan secara langsung sekaligus mengawasi para pengusaha yang membeli pala secara langsung dari para petani,” ujar Takahindangen.
Dari pantauan manadotoday hingga Rabu siang tadi, harga beli pala kualitas A pada tingkat pengusaha berada pada kisaran Rp 58-60 ribu perkilogram. Sedangkan harga fulinya berkisar Rp 120 ribu per kilogramnya. Padahal, pada akhir tahun 2011 lalu, harga pala kering kualitas A perkilogramnya masih dibeli dengan Rp 80 ribu/kg dan harga fulinya mencapai Rp 220 ribu/kg. (nal)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

One Response »

  • Charly mengatakan:

    dear masyarakat sangihe dan talaud…
    harga pala memang sudah turun dan bukan manipulasi harga dari pedagang pengumpul… ada beberapa hal menurut saya kenapa harga pala turun? khususnya untuk daerah talaud :
    1. Waktu pala dijual masih dalam keadaan mantah sehinggah pala tsb ada aflatoksinnya ( racun )
    2. kurangnya kesadaran dan masih kurangnya pengetahuan cara mengolah buah pala ini dgn baik..

    saya selaku warga masyarakat talaud dan sekaligus sebagai pedagang pengumpul pala yang ada dilirung-talaud memohon kepada masyarakat dan pedagang pengumpul yang ada didesa-desa, juallah pala anda dalam keadaan yang sudah kering dan memohon juga kepada pemerintah kabupaten setempat kalo boleh ada terobosan yang baik untuk supaya kwalitas pala talaud lebih baik dimata dunia, khususnya dieropa. saya percaya ketika seluruh masyarakat dan pemerintah kerja sama yang baik maka harga pala akan naik.. sudah tidak ada lagi masyarakat yang menjual pala yang masih mantah tapi dalam keadaan kering..
    trim’s
    QUEEN

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading