Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Manado

Hearing Pedagang BBM Eceran di DPRD Manado Nyaris Ricuh

Manado Today   |   5 Agustus 2011 – 21:08 WITA

Manado Today – Komisi B DPRD Kota Manado, Jumat (05/08/2011) siang tadi, melakukan hearing atau rapat dengar pendapat dengan puluhan pedangang bahan bakar minyak (BBM) eceran yang dihadiri sejumlah Pejabat teras Pemkot Manado. Ironisnya, pertemuan hearing ini nyaris ricu karena pihak pedagang pengecer bersikeras mendesak Pemkot mencabut surat edaran tentang larangan berjualan BBM bersubsidi tersebut, dengan alasan surat tersebut tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Bahkan saking emosi, puluhan pedagang membuat keributan dalam ruang rapat paripurna.

“Kami minta pemkot segera mengentikan penertiban penjualan BBM eceran, dan mencabut surat edaran yang melarang kami menjual, karena ini tidak memiliki landasan hukum yang kuat, mengingat kami tidak pernah melakukan penimbunan atau oplosan,” tandas salah satu penjual BBM eceran, Pieters Sambowadile.

Lanjut dikatakannya, larangan tersebut bisa dilakukan jika Pemkot memiliki fatwa dari Mahmakah Agung. Jika tidak, maka pemkot terancam akan digugat secara hukum.

“Kami bisa gugat pemkot jika tetap memaksakan larangan penjualan BBM eceran. Kecuali Pemkot ada fatwa dari MA,” tukas Sambowadile.

Senada dikatakan Taufik, salah satu pedagang lainnya, pemerintah tidak peduli dengan kesejahteraan rakyat. Personil Komisi B yang hadir, Conny Rumondor dan Boby Daud mendukung pernyataan para warga tersebut dengan meminta agar pemkot meninjau kembali keputusan tersebut.

Namun oleh Asisten I Pemkot Manado, Drs John L Sondakh MSi mengatakan, keputusan tersebut merupakan hasil rapat muspida, yang didasarkan pada aturan yang berlaku.

“Yang namanya aturan harus ditegakan. Penjualan BBM eceran tetap tidak boleh melakukan akfitas jual beli BBM bersubsidi,” tegas Sondakh.

Merasa kurang puas dengan pernyataan Sondakh tersebut, para pedagang langsung mengerumuni Kabag Kemasyarakatan, Drs Soleman Montori yang hendak memberi penjelasan, hingga kericuhan nyaris terjadi jika saja aparat kepolisian tidak datang melerai.

Situasi jadi redah setelah salah satu personil DPRD Kota Manado, Ronald Salendu SE memberikan penjelasan kepada warga untuk dapat mengerti aturan yang berlaku. Turut hadir dalam pertemuan tersebut, asisten II Drs Steve Paat, asisten III Drs Cosmas Wongkar, dan kepala Badan Kesbang, Drs Ventje Pontoh. (ald)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading