Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Berita Pilihan, DPRD Sulut

Hingga Awal 2011, Sulut Koleksi 777 Kasus HIV/AIDS

Redaksi Manado Today   |   1 April 2011 – 19:28 WITA
Felly Runtuwene

Felly Runtuwene

KPA Didesak Perbanyak VCT

Manado Today – Pemerintah daerah dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sulut sebaiknya memperbanyak Volunter Clinic Test (VCT,) atau tempat layanan kesehatan penderita HIV/Aids, sehingga mampu menjangkau keseluruhan penderita penyakit itu.
“Data penderita HIV/Aids di Sulut setiap tahun meningkat, sementara sebagian besar malu memanfaatkan VCT dengan jangkauan jauh karena takut diketahui publik,” kata anggota DPRD Sulut Felly Runtuwene, di Manado, Jumat.
Berdasarkan informasi wakil rakyat itu dari sejumlah penderita HIV/Aids, bahwa jika penyakit mereka telah diketahui masyarakat, merasa akan dikucilkan atau dijauhkan dari kepentingan sosial.
Sementara keberadaan VCT sendiri hanya berada di rumah sakit-rumah sakit besar dan sangat jelas diketahui oleh kalangan publik.
Beberapa lokasi klinik VCT ditetapkan pemerintah, Rumah Sakit Umum Prof Kandou, Rumah Sakit Prof Ratumbuysang Sario, Rumah Sakit Angkatan Darat Teling, Rumah Sakit Bethesda Tomohon, RS Manembo-nembo Bitung.
Sementara itu, penyebaran HIV/Aids di Sulut diibaratkan dengan bola salju, karena semakin besar menggeliding dan semakin banyak diketahui jumlahnya.
Bahkan berdasarkan data KPA Sulut bahwa penderita HIV/Aids di Sulut selang tahun 2010 hingga awal 2011 ini sudah mencapai 777 orang, sebagian besar penderita tersebut tersebar di 13 kota dan kabupaten.
Penderita berdasarkan klasifikasi yakni, 549 kasus melalui hubungan heteroseksual, 14 kasus homoseksual dan sisanya pengguna Napza suntik 88 kasus, Perinatal 37 kasus dan napza suntik bersama pasangannya 20 kasus, serta sisanya belum yahu penyebabnya.
Sedangkan berdasarkan jenis pekerjaan, tiga kelompok terbanyak adalah pekerja swasta sekitar 22 persen, Ibu Rumah Tangga (IRT) 17 persen dan Pekerja Seks Komersil (PSK) 10 persen, serta sisanya tidak ada pekerjaan.
“Sementara penderita yang tidak terdata resmi tentu lebih banyak. Ini menjadi tanda awas bagi daerah kita,” jelasnya.
Sementara itu, Pengelola Program KPA Provinsi Sulut Jones Oroh, mengatakan, para pengidap virus HIV/Aids di daerah diharapkan tidak malu memanfaatkan sejumlah VCT yang disiapkan Pemerintah daerah setempat di beberapa rumah sakit.
“Pemerintah telah menetapkan beberapa lokasi VCT di rumah sakit, agar masyarakat dengan mudah melakukan kontrol kesehatan. Sementara pihak pengelola VCT mempunyai hak merahasiakan identitas penderita,” katanya.

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading