Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Berita Pilihan, Headline, Pemerintahan

Hingga Kini, Nasib Honda Pemprov Sulut Belum Jelas

Tonny Sumakul   |   30 Juli 2012 – 13:58 WITA
Rachmat Mokodongan

Sekprov Sulut, Ir. Siswa Rachmat Mokodongan

MANADO, (manadotoday.com) – Nasib tenaga honor daerah (Honda) Pemprov Sulawesi Utara (Sulut), hingga kini belum jelas. Kondisi itu pun, terus saja mengundang tanya dari sejumlah pihak.

Sekprov Sulut Ir. Siswa Rachmat Mokodongan, saat ditanya soal masalah Honda, menyatakan, jika pihaknya masih berupaya melakukan kebijakan, terkait proses pengangkatan tenaga-tenaga Honda tersebut.

“Sampai saat ini, masih terjadi tarik menarik antara kami (Pemprov,red) dan BKN (Badan Kepegawaian Negara,red),” ucap Mokodongan.

Dijelaskannya, Pemprov sendiri menginginkan agar ke 699 tenaga Honda yang diusulkan itu, semuanya masuk. Namun, ternyata ada 339 honda lagi yang masih diverifikasi BKN.

“Proses verifikasi itu, untuk melihat keabsahannya, keasliannya dan sebagainya,” terang Mokodongan.

Kata dia, 339 Honda yang diverifikasi itu, diluar dari data Honda berjumlah 699. Namun, dari data 339 tenaga Honda, sesuai data Badan Kepegawaian daerah (BKD) Sulut, berkurang lagi 72 orang, karena ada yang sudah berhenti dan bekerja ditempat lain. (ton)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading