Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Berita Pilihan, Minahasa

Industri Pupuk Kompos dari Enceng Gondok Tak Tersentuh

Redaksi Manado Today   |   28 Juli 2010 – 12:52 WITA

EG Masih Hiasi Danau Tondano

Tondano – Memasuki pertengahan tahun 2010, populasi Enceng Gondok (EG) yang tersebar di danau Tondano kian banyak. Pengamatan Manado Today, Rabu  (28/7) di sekitaran Danau Tondano antara kecamatan Kakas, Eris, sebagian Tondano Selatan hingga Kecamatan Remboken Enceng Gondok menjadi momok meresahkan masyarakat sekitar.

Proses pertumbuhan dan penyebaran Enceng Gondok kian menutupi sebagian wilayah pinggiran danau yang bagi masyarakat sekitar dimanfaatkan sebagai mata pencaharian diantaranya peternakan ikan dengan menggunakan jaring apung, proses penangkapan ikan (bajubi-red) hingga aktifitas pemancingan ikan. Landy Mamanua (26) warga desa Ranomerut kecamatan Eris dan Robby Lumi (27) warga Kakas menjelaskan bahwa keberadaan Enceng Gondok semakin banyak populasinya, padahal untuk beberapa tahun yang lalu selalu diadakan pekerjaan massal dalam rangka melakukan pengangkatan Enceng Gondok dari danau Tondano. “Rupanya program seperti itu Cuma sekedar, so itu lia jo itu eceng yang kian menyebar sehingga mengganggu aktivitas pencarian ikan, peternakan banyak orang, tolong pemerintah cari akang solusi,” kata mereka.

Informasi yang didapat Manado Today, saat ini terdapat salah satu desa yang berhasil melakukan pengelolaan Enceng Gondok menjadi pupuk organik dengan mencampurkan EG dengan sejumlah bakteri fermentasi yang terdapat di desa Toulimembet kecamatan Kakas, namun berdasarkan pengakuan masyarakat belum dikelola secara profesional sehingga belum mampu diproduksi secara berkelanjutan dikarenakan tidak memiliki akses konsumen yang jelas.

“Sebaiknya pemerintah Kabupaten Minahasa dan Pemrov Sulut dapat menfasilitasi usaha masyarakat ini kalo perlu cari akang investor, karena prospek produksi pupuk ini dapat membantu proses pemusbahan EG dari danau tondano dan sangat menguntungkan bagi masyarakat sekitar terutama dari segi pemanfaatan pupuk,” kata Weni Maxi Wensen Hukum Tua Desa Toulimembet, Rabu (28/7).

Upaya pembuatan pupuk kompos sendiri sudah dilaksanakan oleh masyarakat Desa Toulimembet sejak tahun 2009, bahkan sudah dikunjungi oleh sejumlah daerah di Indonesia untuk menyaksikan produksi pembuatan pupuk ini, namun hingga saat ini belum ada tindakan nyata dari pemerintah untuk memaksimalkan industri pupuk ini.(Victor)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading