Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Pemerintahan

Inilah Kesalahan Pemprov Sulut Sehingga Gagal Hattrick WTP

Tonny Sumakul   |   12 Juli 2012 – 23:04 WITA

Pasca Pengumuman LHP Pengelolaan Keuangan Pemprov Sulut Tahun 2011

SHS

Gubenrnur Sulut Dr Sinyo Harry Sarundajang

MANADO, (manadotoday.com) – Pengumuman Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) pengelolaan keuangan Pemprov Sulawesi Utara (Sulut) tahun 2011 yang dilaksanakan Rabu kemarin, Kepala BPK RI Regional Sulut Rochmadi Saptogiri menyatakan jika pihaknya akan membeberkan temuan untuk LHP Pemprov Sulut sehingga tak meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ketiga kalinya.

Kamis (12/7) hari ini, Saptogiri akhirnya “melunasi” janjinya tersebut, dan menyampaikan kesalahan LHP pengelolahan keuangan yang dilakukan lembaga eksekutif yang dinakhodai Gubernur, Dr. Sinyo Harry Sarundajang Sarundajang (SHS) itu.

Saptogiri menyatakan, delapan temuan pengelolaan keuangan Pemprov Sulut, duanya ada pada pengelolaan aset sedangkan sisanya untuk penggunaan anggaran langsung yang tak didukung bukti yang memadai.

“Temuannya macam-macam, bukan hanya pada aset. Kami beri waktu 60 hari untuk mendengar penjelasan dari Pemprov Sulut. Kalau tidak, itu ada di undang-undang tapi itu bukan kewenangan BPK lagi, itu sudah teman-teman DPRD. Menurut ketentuan, undang-undang ini bisa diproses hokum, namun itu bukan kewenangan BPK, rana BPK sudah selesai. BPK hanya memantau dan tidak lanjut,” ungkap Saptogiri.

Kendati begitu, kata Saptogiri kalau temuan tersebut ditindaklanjuti atau sampai disini tergantung dari indikasi.

“Itu tergantung dong, kalau ada indikasi tindak pidana korupsi kenapa tidak? Tapi kalau nggak, ya nggak. Buat apa dilaporkan,” tandasnya. (ton)

Inilah Temuan BPK-RI Regional Sulut atas Pengelolaan Keuangan Pemprov Sulut Tahun 2011:
1. Belum diterapkannya metode penilaian penyertaan modal sesuai dengan kebijakan akuntasi dan terdapat perbedaan pengakuan mulai penyertaan modal oleh pihak PD Pembangunan Sulut
2. Adanya selisih pencatatan nilai tanah, gedung dan bangunan beberapa bidang tanah, gedung dan bangunan. Penguasaan tanah Pemda oleh pihak yang tidak berhak dan proses penghapusan peralatan dan mesin yang tak semestinya
3. Kemitraan bangun kelola serah dengan PT Wenang Permai Sentosa. PT Wenang Permai Sentosa melakukan pembangunan gedung dan bangunan di luar perjanjian dalam kontrak kerja sama yang berpotensi merugikan Negara.
4. – Penetapan pembayaran biaya personel dan biaya langsung non personel pada kegiatan pengadaan buku Dinas Pertanian dan Peternakan Rp 391.060.000,- tidak didukung dengan bukti analisis memadai.
- Perjalanan dalam rangka Penyusunan buku kajian sebesar Rp 349.488.600,- belum didukung bukti memadai.
- Pertanggungjawaban realiasi belanja perjalanan dinas DPRD dan Sekretariat DPRD sebesar Rp 837.096.500,- kurang memadai
5. Pemberian bantuan keuangan kepada partai Politik sebesar 139.272.500,- tidak didukung bukti memadai.
6. Penggunaan langsung atas pendapatan dari dana sharing/kontribusi peserta diklat di luar PNS Pemprov sebesar Rp 1.704.700.000,- oleh Badan Pendidikan dan Latihan untuk membiayai penyelenggaran diklat
7. Pemberian hibah pendidikan sebesar Rp 837.096.500,- kepada dosen-dosen tidak didukung bukti pertanggungjawaban
8. Belanja bantuan sosial sebesar Rp 6.618.970.800,- belum didukung laporan pertanggungjawaban.

(Sumber: BPK-RI Regional Sulut)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading