Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Bitung

IRT Pateten Mengamuk di Kantor Distaru Bitung

Aldy Monareh   |   28 September 2011 – 17:38 WITA

Tuding Kadistaru Hambat Pengurusan Sertifikat Tanah

kadistaru bitung

Histeris : Sat Pol PP berusaha menenangkan sang ibu

Bitung Today – Kantor Dinas tata Ruang Kota Bitung, Rabu (28/9/2011) sekitar pukul 14:30 WITA, dibuat heboh oleh aksi seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) yang tiba-tiba mengamuk sambil berteriak-teriak histeris memanggil keluar Kepala Distaru Bitung, Hennry Sutanto, yang menurutnya sengaja menghalangi proses pengurusan sertifikat tanah miliknya.

Aksi IRT yang belakangan teridentifikasi bernama Fatmawati Safaat warga Kelurahan Pateten II lingkungan III atau biasa di sebut dengan kawasan Tinombala, sempat menyita perhatian para pegawai dan sejumlah wartawan yang berada di kantor Distaru Bitung.

Dalam penuturannya, Fatmawati menjelaskan bahwa hal ini dilakukannya karena telah habis batas kesabaran. Sebab dirinya selama tujuh tahun bolak–balik ke Distaru Bitung hanya untuk mengurus rekomendasi agar sertifikat tanahnya bisa keluarkan oleh Badan Pertanahan nasional (BPN) Bitung, namun sampai saat ini tidak pernah mendapatkan hasil.

“Sudah tujuh tahun saya mondar-mandir disini (Distaru, red) namun hanya selalu dibodohi. Karena pengurusan sertifikat harus mendapat rekomendasi dari Distaru. Padahal dari informasi BPN lamanya pengurusan sertifikat karena terhambat di Dinas tata Ruang,” ujar Fatmawati geram.

Diketahui, Fatmawati yang saat itu didampingi suaminya Mahmud, bahkan sempat pingsan karena tidak mampu menahan luapan emosinya.

Setelah Ibu tersebut sadar dari pingsannya, barulah Kepala Dinas Tata Ruang Hendry Sutanto yang akrab disapa Ade, muncul untuk menanyakan maksud sang Ibu mengamuk dan mencari dirinya.

Fatmawati kemudian kembali menagih janji Kadistaru untuk menyelesaikan permasalahan ini, sebab pada 28 januari 2008 silam, ketika Ia bertemu dengan Walikota yang kebetulan didampingi oleh Kadistaru saat itu, memerintahkan kepada Kepala Dinas untuk segera menyelesaikan permasalahan ini, namun ironisnya hingga saat ini belum juga selesai, hanya saja memang instruksi ini tidak secara tertulis.

“Padahal instruksi kepala Dinas yang menyatakan bahwa harus mundur selama tujuh meter dari lokasi jalan telah dituruti. Namun saya heran sampai saat ini, tidak juga dikeluarkan rekomendasi oleh Distaru sementara yang lainnya warga sekitar telah mendapatkan sertifikasi. Padahal sertifikat ini akan saya gadaikan di Bank untuk mendapatkan pinjaman dalam menunjang usaha kami,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Tata Ruang Hendry Sutanto menampik bahwa pihaknya mneghalang-halangi pengurusan sertifikat warga. Hanya saja pengurusan sertifikat harus sesuai mekanisme. Dan perihal instruksi lisan Walikota Hanny Sondakh, Ade menyarankan agar dibuat kembali surat permohonan yang ditandatangani oleh Walikota.

“Saya sarankan agar Ibu kembali membuat surat permohonan kepada Walikota, dan jika telah disepakati Walikota maka Kami ( Distaru, red) akan memprosesnya,” saran Ade sapaan akrab Kadistaru Bitung.

Akhirnya, setelah Kadistaru menyarankan hal tersebut, kemarahan Fatmawati akhirnya mereda dan ia bersama suaminya kemudian pamit pulang. (lou)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading