Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Manado

Kajian Ranperda DAS Tondano Dinilai Lemah

Redaksi Manado Today   |   5 April 2011 – 22:26 WITA

Manado Today – Usulan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano dari Pemprov Sulawesi Utara (Sulut) ke DPRD, dinilai tidak miliki kajian kuat sehingga perlu disoroti untuk dilakukan pembenahan ulang.
Ketua Bidang Litbang Forum Komunikasi DAS Tondano, Joutje Koapaha di Manado, Selsa, mengatakan, usulan rancangan Perda itu terkesan dipaksakan oleh pihak eksekutif, padahal belum ada kajian ilmiah melibatkan akademisi, LSM, pers dan sebagainya.
“Bahkan dalam rancangan aturan itu tidak mengatur sanksi bagi warga pelaku atau perusak lahan konservasi DAS Tondano,” kata Koapaha.
Kemudian usulan pembentukan DAS itu harus disosialisasikan ke publik dulu, sehingga benar-benar memiliki manfaat lebih baik serta sudah diketahui lebih dulu oleh masyarakat.
“Memang seputaran DAS Tondano baik dari hilir ke hulu sudah memprihatinkan. Kondisi Danau Tondano sendiri terus alami pendangkalan serta ancaman enceng gondok yang tidak tertangani baik,” ujarnya.
Pihak Forum Komunikasi DAS Tondano selaku LSM yang bergerak pada penyelamatan DAS, berharap pihak DPRD yang menyempurnakan usulan rancangan Perda itu, dengan melibatkan semua pemangku kepentingan (stakeholder).
“Kalau perlu sanksi bagi perusak wilayah konservasi itu diberikan, supaya ada efek jera bagi oknum-oknum tidak bertanggung jawab,” jelasnya.
Sekretaris Dinas Kehutanan Provinsi Sulut, Roy Terok, mengatakan, DAS Tondano di Kabupaten Minahasa dan DAS Dumoga Kabupaten Bolmong, merupakan dua wilayah terparah kerusakan hutan akibat pembalakan liar.
“Pemerintah daerah terus berupaya untuk membenahi dua wilayah itu, karena suatu saat menjadi ancaman kerusakan lingkungan yang luar biasa,” katanya.
DAS Tondano yang dikenal dengan banyak manfaat, seperti digunakan air bersih dan dikonsumsi oleh masyarakat di Kabupaten Minahasa, Minahasa Utara dan Kota Manado.
Juga ada dua Pembangkit Listrik Tenaga Air yang menyuplai pasokan energi listrik di daerah itu, yakni PLTA Poigar dan PLTA Tonsea Lama. (ann/jwt)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading